Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Bagaimana Merebut Hati di Kencan Pertama?

Berhasil menyakinkan sang pujaan hati untuk pergi kencan dengan kita bukan berarti bebas dari masalah. Karena biasanya, setelah itu kita akan merasa jantung bekerja terlalu lincah, tegang dan bingung memilih tempat kencan. Apakah nonton film, nonton konser jazz, atau jalan-jalan di taman yang bisa membuat dia jatuh hati pada kita?

Trik yang paling sering dilakukan adalah mengumpulkan “intelijen” dari teman-teman di lingkaran kita atau bahkan dari mutual friend kita dengan sang pujaan hati. “Intelejen” ini yang nantinya akan memberikan kita berbagai informasi mulai dari band favorit, film yang lagi ingin ditonton, sampai restoran favorit sang pujaan hati. Tujuannya hanya satu, demi sukses merebut hati di kencan pertama. Ingin trik yang ilmiah? Apa iya ada kiat-kiat kencan yang sudah teruji secara ilmiah? Beginilah cara sains berbicara tentang kencan pertama yang efektif:

1. Buatlah dia berdebar-debar
Banyak yang percaya kencan di restoran yang romantis atau berjalan di taman adalah kencan pertama yang sempurna.Tapi dua orang peneliti di bidang psikologi, Donald Dutton dan Arthur Aron, menyimpulkan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar.

Ketertarikan dua peneliti asal Amerika Serikat ini berawal dari banyaknya para penyair yang mengatakan bahwa jantung kita berdebar kencang saat kita jatuh cinta. Mereka penasaran, apakah hal sebaliknya berlaku? Saat jantung kita dikondisikan untuk berdebar-debar, apakah kita menjadi lebih mudah untuk jatuh cinta?

Uji coba pun dilakukan. Dutton dan Aron membuat responden (pria) berdebar-debar. Caranya, meminta responden melewati jembatan yang goyang atau mengagetkan mereka. Setelah dibuat berdebar atau dikagetkan, responden dipertemukan dengan wanita yang akan menanyakan apa yang reponden rasakan saat jantungnya dibuat berdebar lebih kencang. Lalu wanita itu akan memberikan nomer teleponnya kalau-kalau responden ingin bertanya lebih lanjut. Tahu apa yang terjadi? Situasi yang berdebar-debar ternyata membuat responden lebih berani untuk mengajak pewawancara untuk berkencan.

Tapi menurut tiga peneliti, Cohen, Waugh dan Place, uji coba itu kurang valid. Mereka pun membuat uji coba dengan kondisi yang lebih real. Bioskop!

Dari hasil pengamatan di bioskop, ketiga peneliti itu menemukan film horor lebih efektif menciptakan keintiman. Dari apa yang mereka lihat, film horor yang juga memberikan efek jantung berdebar ternyata bisa membuat pasangan akan bergandengan tangan atau bersentuhan usai menonton film. Hal serupa tidak banyak terjadi ketika pasangan menonton film ber-genre lain.

Jadi, untuk pertanyaan pilihan tempat kencan pertama yang efektif, coba pilih tempat kencan yang bisa membuat teman kencan kita berdebar-debar. Jembatan goyang, roller coaster, bioskop yang memutar film horor, atau rumah hantu bisa jadi pilihan tempat yang patut dicoba. [1][2]

2. Ajaklah dia membicarakan hal-hal pribadi
Setelah menemukan hubungan antar sukses kencan pertama dengan jantung berdebar, Arthur Aron, mulai mempertanyakan hal lain. Aron melihat, umumnya pasangan yang sudah dekat akan membicarakan hal-hal pribadi. Bagaimana kalau kondisinya dibalik. Jika kita membicarakan hal-hal pribadi dengan teman kencan kita di kencan pertama, akankah ini membuat dia jatuh hati?

Aron lalu membuat daftar pertanyaan. Mulai dari pertanyaan yang santai seperti, “Jika kamu ingin jadi tokoh dalam sejarah, kamu ingin jadi siapa?” sampai pertanyaan yang lebih personal seperti, “Pernah punya firasat kapan, dimana dan bagaimana kamu akan meninggal?” Bahkan sampai pertanyaan yang biasa diajukan kekasih, “kapan terakhir kamu menangis di depan seseorang, dan kenapa?” Semua pertanyaan ini diajukan ke responden yang pasangannya dipilih secara random dalam bentuk sharing game. Hasilnya, responden yang belum kenal satu sama lain sebelum sharing game, ternyata menjadi akrab dan saling bertukar nomor telepon. [3]

Tertarik untuk mencoba dua trik itu? Hal ini pasti berbeda jauh dengan saran teman-teman kita soal kencan pertama yang ideal, tapi percayalah, it works!

Referensi:

1. Dutton, D. G., and Aron, A. P. (1974). Some evidence for heightened sexual attraction under conditions of high anxiety. Journal of Personality and Social Psychology, 30, 510–517.

2. Cohen, B., Waugh, G., & Place, K. (1989). At the movies: An unobtrusive study of arousal-attraction. Journal of Social Psychology, 129, 691–693.

3. Aron, A., Melinat, E., Aron, E. N., Vallone, R., & Bator, R. (1997). The experimental generation of interpersonal closeness: A procedure and some preliminary findings. Personality and Social Psychology Bulletin, 23, 363–377.

4. Wiseman, Richard (2009). 59 Seconds: Think a little, change a lot. Macmillan.

Gambar dari seduction meals

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *