Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Medical Check Up Melalui Lidah

Banyak lagu-lagu melankolik yang menggunakan lidah sebagai penggambaran dusta, karena katanya lidah tak bertulang maka setiap janji yang terucap mudah saja dipelintir. Tapi di dunia kedokteran, lidah itu adalah organ yang bisa mengambarkan status kesehatan kita secara menyeluruh. Lidah ibarat alat medical check up yang paling sederhana.

Kenapa lidah? Karena ‘karpet merah’ yang ada di dalam mulut kita ini terdapat begitu banyak sisa-sisa makanan dan minuman yang disukai oleh berbagai bakteri. Dan ketika bakteri berkembang biak dengan nyaman di bintil-bintil kecil yang berbaris rapih di atas organ tak bertulang ini, maka mulut menjadi ‘rumah baru’ bagi berbagai jenis penyakit.

Oiya, apa kalian tahu sebenarnya apa fungsi dari bintil-bintil kecil itu? Itu adalah indera pengecap kita, namanya papila. Papila inilah yang menyimpan banyak sistem saraf untuk menangkap beragam sensor rasa. Bentuk papila ada yang seperti benang dan dinamakan sebagai papila filiformis. Ada juga yang berbentuk bulat dan tersusun seperti huruf V di belakang lidah, ini dinamakan papila sirkumvalata. Sedangkan papila yang berbentuk jamur disebut sebagai papila fungiformis.

Uniknya di atas saraf-saraf yang ada di atas papila bersifat seperti tunas yang usianya hanya seminggu, setelah itu akan mati dan berganti dengan tunas pengecap baru. Mau tahu jumlah tunasnya bisa sampai berapa? 10 ribu tunas!!! Puluhan ribu tunas inilah yang kemudian membantu kita mendefinisikan rasa manis, asam, asin, dan pahit. Caranya dengan menyerap reaksi kimia yang ada di dalam makan yang bergabung dengan ludah atau saliva, untuk kemudian mengirim signal kepada otak bahwa makanan tersebut mengandung rasa apa saja. Luar biasa kan bagaimana lidah yang sebenarnya hanyalah kumpulan otot rawan atau otot lentur ini bekerja dan menciptakan khasanah rasa di dalam sistem memori otak kita.Banyak lagu-lagu melankolik yang menggunakan lidah sebagai penggambaran dusta, karena katanya lidah tak bertulang maka setiap janji yang terucap mudah saja dipelintir. Tapi di dunia kedokteran, lidah itu adalah organ yang bisa mengambarkan status kesehatan kita secara menyeluruh. Lidah ibarat alat medical check up yang paling sederhana.

Kenapa lidah? Karena ‘karpet merah’ yang ada di dalam mulut kita ini terdapat begitu banyak sisa-sisa makanan dan minuman yang disukai oleh berbagai bakteri. Dan ketika bakteri berkembang biak dengan nyaman di bintil-bintil kecil yang berbaris rapih di atas organ tak bertulang ini, maka mulut menjadi ‘rumah baru’ bagi berbagai jenis penyakit.

Tidak hanya memperkaya khasanah referensi otak akan sensasi rasa, lidah juga menjadi rujukan dokter untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam tubuh kita. Coba ingat-ingat setiap kali ke dokter, selain ditanya sudah sakit berapa hari, kita juga akan diminta untuk buka mulut dan bilang, “Aaaaaa…” sambil menjulurkan lidah. Sebenarnya apa sih yang dilihat dokter dari aksi julur lidah itu? Inilah hasil pengakuan dari beberapa pakar kesehatan, saat mereka menggambarkan apa saja yang ditemukan dari ‘karpet merah’ yang ada di dalam mulut kita:

  • Putih Pucat : Jika lidah berwarna putih dan terlihat sangat pucat – di sebagian atau seluruh bagian lidah – maka ini mengindikasikan adanya infeksi di dalam tubuh. Tertuduh pertamanya adalah bakteri yang berkembang di dalam mulut atau penyakit yang berhubungan pada peradangan yang ada di dalam tubuh. Biasanya dokter akan memastikan, apakah putih pucat itu hanya jamur yang ada di dalam mulut atau merupakan peradangan di sekitar saluran pernafasan atas. Jika hanya jamur, maka akan diberikan obat anti jamur. Sedangkan untuk infeksi akan diberi antibiotik oral.
  • Gelap: Yup…lidah bisa terlihat seperti gelap jika sesuatu terjadi pada tubuh kita. Definisi lidah yang sehat adalah berwarna merah muda dan terlihat segar. Maka jika lidah terlihat kecokelatan atau bahkan hitam, itu adalah pertanda bahwa ada masalah dalam tubuh kita. Indikasi awalnya, pola makan kita atau obat yang sedang kita konsumsi meninggalkan ‘noda’ pada papila lidah. “Ada makanan dan minuman tertentu yang menyebabkan warna lidah menjadi lebih gelap. Sedangkan untuk obat biasanya jenis antibiotik dan lozenges yang menjadi peninggal ‘noda’ pada lidah,” ucap Sol Silverman, Jr.,DDS yang adalah juru bicara dari American Dental Association seperti dikutip dari MSN Health.Minum kopi, merokok atau mengunyah tembakau adalah gaya hidup yang membuat lidah menjadi gelap atau kecokelatan. Lalu apakah warna sehat lidah bisa dikembalikan? Tentu saja bisa, yang perlu kita lakukan adalah membatasi konsumsi kopi dan berhenti merokok, serta membersihkan lidah. Caranya? Cukup dengan menyikat lidah secara perlahan menggunakan sikat gigi yang biasa kita gunakan. Atau gunakanlah tongue crapper yang memang didesain untuk mengangkat sisa-sisa makanan, minuman, atau obat yang melekat di papila lidah.
  • Berambut : Silverman menjelaskan, memang ada papila yang bentuknya seperti rambut halus yaitu papila filiform. Papila ini terbentuk dari keratin yang adalah protein pembentuk rambut. “Tapi bentuknya sangat halus, jadi tidak terlihat oleh mata,” ucap Silverman. Hanya saja pada situasi yang tidak normal, rambut-rambut halus itu memanjang dan menjadi sangat kelihatan. Penyebabnya adalah bakteri, efek samping dari konsumsi antibiotik dan kondisi mulut yang terlalu kering.
  • Sariawan lidah : Sariawan bisa ‘hinggap’ di mana saja di dalam mulut, tidak terkecuali lidah. Kemunculan sariawan ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari flu, konsumsi jeruk berlebihan, atau tidak sengaja mengigit lidah. Biasanya kita menganggap sariawan adalah hal yang biasa terjadi. Tapi ada baiknya meningkatkan kewaspadaan jika sariawan belum hilang dalam 10 hari, karena bisa jadi ini adalah indikasi awal dari kanker mulut. Jika sariawan belum sembuh juga, jangan menunggu lebih lama, segeralah periksakan diri ke dokter.
  • Terasa seperti ada benjolan : Normalnya papila-papila yang berbaris rapi di lidah itu akan terasa sangat halus, tapi pada keadaan tertentu ada yang muncul ke luar hingga membuat lidah terasa seperti bergelombang. Seringnya terjadi pasca sariawan di lidah dan dengan alamiah papila akan kembali normal hanya dalam beberapa hari. “Tapi jika terus bergelombang, berwarna merah meradang atau putih pucat dan menimbulkan rasa nyeri, periksakanlah diri ke dokter karena ini bisa mengindikasikan kanker mulut,” papar Silverman.
  • Merah merona dan nyeri : Jika warna lidah yang dari merah muda bertransformasi menjadi merah menyala, itu patut diwaspadai. Ini adalah indikasi dari defisiensi nutrisi, khususnya niacin atau vitamin B3. Indikasi lain yang juga bisa muncul adalah anemia atau kekurangan asupan asam folat dan vitamin B-12.
  • Menguning : Ini bisa jadi indikasi dari adanya serangan bakteri atau infeksi di dalam mulut. Hal lain yang juga terbaca dari lidah yang menguning adalah masalah pada asam lambung. “Produksi asam lambung yang tinggi bisa membuat asam lambung terdorong hingga ke mulut dan tertinggal di papila lidah. Kondisi lidah yang asam kemudian mengundang bakteri untuk tinggal di atas lidah dan mengubah warna lidah,” Silverman menjelaskan. Biasanya warna kuning pada lidah hanya ada pada area-area tertentu, tidak di seluruh lidah.
  • Terasa seperti terbakar: Mulut yang terasa seperti terbakar dalam dunia kedokteran dikenal sebagai dysesthesia. Umumnya terjadi setelah kita mengonsumsi makanan tertentu yang menyengat papila lidah maka akan terasa seperti terbakar.Hanya saja, kadang-kadang sensasi seperti terbakar dan menyengat itu akan terasa sehari penuh atau bahkan beberapa hari. Biasanya ini dialami oleh perempuan yang dalam masa post menopause. Dr. Jordan S. Josephson, dokter yang juga peneliti dari Lenox Hill Hospital dan penulis Sinus Relief Now menjelaskan, perubahan hormon pada post menopause membuat sensor saraf pada papila melemah. Kondisi ini kemudian membuat lidah menjadi sangat sensitif terhadap makanan yang kita konsumsi. Indikasi lain, tambah Josephson, adanya infeksi, mulut terlalu kering akibat efek samping konsumsi obat tertentu, dan defisiansi nutrisi.Pertolongan pertama pada situasi lidah terasa terbakar ini adalah dengan menambah asupan air putih, mengunyah permen karet untuk menstimulasi produksi saliva, atau jika dirasa perlu minumlah antidepresan yang memang sudah diresepkan dokter.
  • Halus tapi kepucatan : Ini adalah indikasi anemia, karena saat tubuh kekurangan zat besi maka darah tidak membawa oksigen yang cukup ke seluruh tubuh tidak terkecuali lidah. Kurangnya pasokan oksigen membuat pembuluh darah kita tidak aktif bekerja dan menjadi pucat, termasuk di lidah. Apabila anemia sudah teratasi, maka lidah bisa kembali terlihat merah muda karena oksigen telah teraliri dengan sempurna membawa sari-sari makanan di dalam pembuluh darah.

So…dari sekarang mulailah beri perhatian pada lidah. Bersihkan lidah minimal 1 kali sehari akan sangat efektif mengenyahkan bakteri dari dalam mulut dan ini sama artinya dengan meminimalisir penyusupan bakteri ke dalam tubuh. Setidaknya akan ada 600 jenis bakteri di dalam lidah yang akan merasa terancam jika kita rutin membersihkan lidah. Paling mudah membersihkan lidah dengan tongue scrapper tapi kita juga bisa mengandalkan sikat gigi untuk menggosok lidah secara perlahan.

Katakan “Aaaaa…..” dan biarkan lidah berkata kejujuran soal kesehatan tubuh kita.

 

Tidak hanya memperkaya khasanah referensi otak akan sensasi rasa, lidah juga menjadi rujukan dokter untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalam tubuh kita. Coba ingat-ingat setiap kali ke dokter, selain ditanya sudah sakit berapa hari, kita juga akan diminta untuk buka mulut dan bilang, “Aaaaaa…” sambil menjulurkan lidah. Sebenarnya apa sih yang dilihat dokter dari aksi julur lidah itu? Inilah hasil pengakuan dari beberapa pakar kesehatan, saat mereka menggambarkan apa saja yang ditemukan dari ‘karpet merah’ yang ada di dalam mulut kita:

  • Putih Pucat : Jika lidah berwarna putih dan terlihat sangat pucat – di sebagian atau seluruh bagian lidah – maka ini mengindikasikan adanya infeksi di dalam tubuh. Tertuduh pertamanya adalah bakteri yang berkembang di dalam mulut atau penyakit yang berhubungan pada peradangan yang ada di dalam tubuh. Biasanya dokter akan memastikan, apakah putih pucat itu hanya jamur yang ada di dalam mulut atau merupakan peradangan di sekitar saluran pernafasan atas. Jika hanya jamur, maka akan diberikan obat anti jamur. Sedangkan untuk infeksi akan diberi antibiotik oral.
  • Gelap: Yup…lidah bisa terlihat seperti gelap jika sesuatu terjadi pada tubuh kita. Definisi lidah yang sehat adalah berwarna merah muda dan terlihat segar. Maka jika lidah terlihat kecokelatan atau bahkan hitam, itu adalah pertanda bahwa ada masalah dalam tubuh kita. Indikasi awalnya, pola makan kita atau obat yang sedang kita konsumsi meninggalkan ‘noda’ pada papila lidah. “Ada makanan dan minuman tertentu yang menyebabkan warna lidah menjadi lebih gelap. Sedangkan untuk obat biasanya jenis antibiotik dan lozenges yang menjadi peninggal ‘noda’ pada lidah,” ucap Sol Silverman, Jr.,DDS yang adalah juru bicara dari American Dental Association seperti dikutip dari MSN Health.Minum kopi, merokok atau mengunyah tembakau adalah gaya hidup yang membuat lidah menjadi gelap atau kecokelatan. Lalu apakah warna sehat lidah bisa dikembalikan? Tentu saja bisa, yang perlu kita lakukan adalah membatasi konsumsi kopi dan berhenti merokok, serta membersihkan lidah. Caranya? Cukup dengan menyikat lidah secara perlahan menggunakan sikat gigi yang biasa kita gunakan. Atau gunakanlah tongue crapper yang memang didesain untuk mengangkat sisa-sisa makanan, minuman, atau obat yang melekat di papila lidah.
  • Berambut : Silverman menjelaskan, memang ada papila yang bentuknya seperti rambut halus yaitu papila filiform. Papila ini terbentuk dari keratin yang adalah protein pembentuk rambut. “Tapi bentuknya sangat halus, jadi tidak terlihat oleh mata,” ucap Silverman. Hanya saja pada situasi yang tidak normal, rambut-rambut halus itu memanjang dan menjadi sangat kelihatan. Penyebabnya adalah bakteri, efek samping dari konsumsi antibiotik dan kondisi mulut yang terlalu kering.
  • Sariawan lidah : Sariawan bisa ‘hinggap’ di mana saja di dalam mulut, tidak terkecuali lidah. Kemunculan sariawan ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari flu, konsumsi jeruk berlebihan, atau tidak sengaja mengigit lidah. Biasanya kita menganggap sariawan adalah hal yang biasa terjadi. Tapi ada baiknya meningkatkan kewaspadaan jika sariawan belum hilang dalam 10 hari, karena bisa jadi ini adalah indikasi awal dari kanker mulut. Jika sariawan belum sembuh juga, jangan menunggu lebih lama, segeralah periksakan diri ke dokter.
  • Terasa seperti ada benjolan : Normalnya papila-papila yang berbaris rapi di lidah itu akan terasa sangat halus, tapi pada keadaan tertentu ada yang muncul ke luar hingga membuat lidah terasa seperti bergelombang. Seringnya terjadi pasca sariawan di lidah dan dengan alamiah papila akan kembali normal hanya dalam beberapa hari. “Tapi jika terus bergelombang, berwarna merah meradang atau putih pucat dan menimbulkan rasa nyeri, periksakanlah diri ke dokter karena ini bisa mengindikasikan kanker mulut,” papar Silverman.
  • Merah merona dan nyeri : Jika warna lidah yang dari merah muda bertransformasi menjadi merah menyala, itu patut diwaspadai. Ini adalah indikasi dari defisiensi nutrisi, khususnya niacin atau vitamin B3. Indikasi lain yang juga bisa muncul adalah anemia atau kekurangan asupan asam folat dan vitamin B-12.
  • Menguning : Ini bisa jadi indikasi dari adanya serangan bakteri atau infeksi di dalam mulut. Hal lain yang juga terbaca dari lidah yang menguning adalah masalah pada asam lambung. “Produksi asam lambung yang tinggi bisa membuat asam lambung terdorong hingga ke mulut dan tertinggal di papila lidah. Kondisi lidah yang asam kemudian mengundang bakteri untuk tinggal di atas lidah dan mengubah warna lidah,” Silverman menjelaskan. Biasanya warna kuning pada lidah hanya ada pada area-area tertentu, tidak di seluruh lidah.
  • Terasa seperti terbakar: Mulut yang terasa seperti terbakar dalam dunia kedokteran dikenal sebagai dysesthesia. Umumnya terjadi setelah kita mengonsumsi makanan tertentu yang menyengat papila lidah maka akan terasa seperti terbakar.Hanya saja, kadang-kadang sensasi seperti terbakar dan menyengat itu akan terasa sehari penuh atau bahkan beberapa hari. Biasanya ini dialami oleh perempuan yang dalam masa post menopause. Dr. Jordan S. Josephson, dokter yang juga peneliti dari Lenox Hill Hospital dan penulis Sinus Relief Now menjelaskan, perubahan hormon pada post menopause membuat sensor saraf pada papila melemah. Kondisi ini kemudian membuat lidah menjadi sangat sensitif terhadap makanan yang kita konsumsi. Indikasi lain, tambah Josephson, adanya infeksi, mulut terlalu kering akibat efek samping konsumsi obat tertentu, dan defisiansi nutrisi.Pertolongan pertama pada situasi lidah terasa terbakar ini adalah dengan menambah asupan air putih, mengunyah permen karet untuk menstimulasi produksi saliva, atau jika dirasa perlu minumlah antidepresan yang memang sudah diresepkan dokter.
  • Halus tapi kepucatan : Ini adalah indikasi anemia, karena saat tubuh kekurangan zat besi maka darah tidak membawa oksigen yang cukup ke seluruh tubuh tidak terkecuali lidah. Kurangnya pasokan oksigen membuat pembuluh darah kita tidak aktif bekerja dan menjadi pucat, termasuk di lidah. Apabila anemia sudah teratasi, maka lidah bisa kembali terlihat merah muda karena oksigen telah teraliri dengan sempurna membawa sari-sari makanan di dalam pembuluh darah.

So…dari sekarang mulailah beri perhatian pada lidah. Bersihkan lidah minimal 1 kali sehari akan sangat efektif mengenyahkan bakteri dari dalam mulut dan ini sama artinya dengan meminimalisir penyusupan bakteri ke dalam tubuh. Setidaknya akan ada 600 jenis bakteri di dalam lidah yang akan merasa terancam jika kita rutin membersihkan lidah. Paling mudah membersihkan lidah dengan tongue scrapper tapi kita juga bisa mengandalkan sikat gigi untuk menggosok lidah secara perlahan.

Katakan “Aaaaa…..” dan biarkan lidah berkata kejujuran soal kesehatan tubuh kita.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *