Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Hentikan Bagi-Bagi Residu Rokok!

Akhir Desember 2011 lalu, ada satu berita yang menarik perhatian para pecinta dunia kesehatan. Berita itu adalah mengenai meninggalnya seorang perokok pasif. Yup, perokok pasif sangat mempertaruhkan nyawanya ketika membiarkan perokok aktif mengebulkan asapnya.

Perempuan itu bernama Noor Atika Hasanah yang berusia 29 tahun. Media massa mencatat, kematian Noor adalah akibat penyakit paru parah yaitu Bronchopneumonia Duplex. Selama didiagnosa penyakit itu, Noor ‘bercerita’ di account microblogging Tweeter, dirinya tidak pernah merokok dan dia adalah korban dari asap si perokok.

Secara medis, brgitu banyak penelitian yang sudah terungkap mengenai bahayanya menjadi perokok pasif. Salah satunya adalah yang dipublikasi pada www.cancer.org. Situs ini menyebut perokok pasif atau secondhand smoke sebagai known human carcinogen alias manusia karsinogen. Karsinogen adalah agen pembawa sifat kanker. Dan sebutan ini diamini oleh US Environmental Protection Agency (EPA), US National Toxicology Program, dan International Agency for Research on Cancer (IARC). Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Pada Mei 2008 lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan kala itu, Meutia Hatta Swasono membeberkan ada sebanyak 43 persen anak-anak di Indonesia yang masuk klasifikasi sebagai perokok pasif. Berita yang dilansir dari Kompas.com ini memberikan gambaran lebih detail, bahwa anak-anak yang masuk klasifikasi perokok pasif adalah karena hidup serumah dengan perokok aktif.

Sementara itu, Global Youth Tobacco Survey (GYTS) melakukan survei terhadap anak usia sekolah yang berumur 13-15 tahun. Survei dilakukan dengan rentang waktu 1999-2006 di 132 negara. Hasil surveinya, 56 persen anak sekolah terpapar asap rokok orang lain di tempat-tempat umum. Jumlah ini masih lebih banyak lagi pada anak-anak di Indonesia, yakni 81 persen anak sekolah terpapar asap rokok orang lain di tempat-tempat umum.

Beberapa waktu lalu bahkan di salah satu siaran kesehatan yang Medja Makan saksikan, trasfer asap rokok masih tetap terjadi meski saat perokok aktif tidak sedang mengebulkan asapnya. Asap rokok memiliki sifat menempel lama pada kulit, rambut, baju, kain, bahkan tembok. Bahkan ketika perokok aktif melakukan aktivitas sederhana seperti memeluk atau menciumi bayi dan anak-anak, jejak asap rokok yang menempel pada baju serta kulit perokok aktif akan mudah ditransferkan kepada bayi dan anak-anak.

Jejak asap rokok ini memiliki residu kimiawi berbahaya dari proses pembakaran tembakau yang dilakukan perokok aktif. Di dalam tembakau sendiri terdapat kurang lebih 7.000 zat kimia dan 250 diantaranya dikenal sangat berbahaya, bahkan 60 persen diantara sangat berpotensi menyebabkan kanker. Pada anak-anak, risiko yang sangat jamak terjadi adalah leukimia, kanker pita suara, kanker paru-paru, kanker usus, rektum, bahkan hingga kanker payudara.

Maka jika transfer residu ini berlangsung setiap hari dengan rentang waktu interaksi yang lama, jangan heran jika kemudian orang-orang di sekitar perokok aktif mengalami berbagai masalah kesehatan dan kematian adalah pil pahit yang harus diterima. Penelitian yang dilakukan World Health Organization (WHO) menyebutkan ada sebanyak 600 ribu kematian terjadi akibat menghirup asap rokok setiap tahunnya dan sepertiga darinya adalah anak-anak.

Dan kasus yang menimpa Noor semakin menambah daftar panjang, bahwa bukan hanya anak-anak yang berisiko sebagai perokok pasif. Orang dewasa seperti Noor pun punya tingkat risiko yang sama.  WHO memperkirakan 370 ribu kematian perokok pasif  adalah akibat penyakit jantung, 165 ribu   akibat  infeksi saluran pernafasan, 36 ribu akibat asma, serta 21 ribu akibat kanker paru-paru.

Jadi hentikan proses bunuh diri dan bunuh massal dengan menebar residu rokok. Waktunya menyadari bahwa tembakau yang dibungkus pada kertas putih itu tak hanya mencuri hak hidup Anda tapi hak hidup orang lain. Dan seperti yang ditulis Khaled Hosseini pada buku The Kite Runner, mencuri adalah dosa terbesar di dalam hidup dan membunuh masuk dalam ketegori mencuri; Membunuh adalah tindakan mencuri hak hidup orang lain.

3 Comments

  1. manggihmudo

    hah!!
    Semakin benci amy dgn asap rokok dan perokok.

    Apalagi yg merokok diatas angkot yg penuh ada balita lagi..
    Merasa salah karena serba salah jg..
    Diksh tau yg merokok kdang ybs bpk2 udah tua yg percuma aj ngomg dgn mereka.biasa belum tua belum boleh bicara..
    Belum lg ortu it anak cuek aj anaknya menghisap asap rokok. Huh..
    Emosi jadinya…. :'(

    Reply
  2. Pelayan Medja Makan (Post author)

    Hai Amyyyyy 😀

    Sepertinya sudah waktunya berani bicara lebih (galak) ke orang yang merokok di sekitar kita…kita toh punya hak untuk hidup lebih sehat kan 😀

    Reply
  3. Herdian Sc

    Rugi banget buat yang ga ngerokok trus duduk bersampingan sama yang ngerokok kebagian penyakit aja kayanya. Tapi ga tau deh kenapa masih banyak yang ngerokok.

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *