Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Musuh dan Kawan Pengantar Tidur

 

Jika dulu tidur diidentikan sebagai aktivitas para pemalas, maka predikat itu kini berganti semenjak dunia kedokteran melakukan berbagai macam penelitian seputar mengapa manusia perlu tidur. Medja Makan ingat sekali ketika beberapa tahun lalu bertemu dengan dokter spesialis kesehatan tidur. Iya, tidur dianggap salah satu elemen penting untuk menyehatkan tidur yang kemudian membuat dunia kedokteran memasukkannya sebagai bagian khusus alias spesialisasi.

Nama dokternya adalah Andreas Prasadja, RPSGT. Sleep Physician dari Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran itu bercerita bahwa manfaat tidur tidak hanya dapat kita nikmati semasa bayi atau saat masa pertumbuhan. Orang dewasa memerlukan kualitas tidur yang baik. Pada wawancara yang dilakukan dua tahun lalu, Andreas menegaskan, jika kita kurang tidur yang terjadi bukan produktif sebab ‘ketidakpuasan’ tubuh untuk beristirahat justru membuat kognitif, mental dan emosi kita menjadi kacau.

Sumber kekacauan terjadi karena kurang tidur membuat tubuh kita stres. Ini ditandai dengan dikeluarkannya hormon stres alias hormon kortisol dalam jumlah banyak setiap kali tubuh merasa tidak diberi privilege untuk beristirahat alias tidur. Jadi mulai hari ini, jangan pernah anggap remeh aktivitas tidur kita.

Nah untuk memudahkan tubuh menikmati waktu istirahatnya, kita perlu memerhatikan makanan dan minuman yang kita konsumsi sebelum tidur. Mengapa? Sebab beberapa makanan dan minuman justru membuat tubuh seolah kesulitan menemukan tombol terlelap. Dan inilah daftar makanan serta minuman yang bisa berwujud sebagai musuh atau kawan bagi aktivitas tidur kita.

 Kawan Pengantar Tidur

 Musuh Pengantar Tidur

Susu: Ini adalah minuman yang dengan cepat dapat membuat kita terlelap. Berterimakasihlah pada tryptophan yang ada di dalamnya, ini adalah zat yang bisa membuat otak memerintahkan tubuh kita untuk beristirahat alias Zzzzzz… Coba minum segelas susu hangat di saat kita merasa sulit sekali untuk memejamkan mata di malam hari dan biarkan tryptophan memainkan perannya dalam meninabobokan kita. Dan tenang saja bukan hanya susu yang kaya akan tryptophan, kacang-kacangan, pisang, madu, serta telur juga mengandung tryptophan yang tinggi. Makanan berlemak : Makanan ini bukan hanya menjadi musuh bagi lingkar pinggang kita, karena dengan mudah dapat melebarkan lingkar pinggan. Makanan tinggi lemak juga bukan sahabat karib untuk aktivitas tidur kita, sebab makanan ini tidak mudah dicerna. Alhasil, tubuh akan terus terjaga untuk mengurai makanan berlemak agar dapat diserap maksimal oleh tubuh. Dan ini sama dengan membuat kita tidak merasa kantuk meski badan sudah sangat butuh istirahat. 
Roti : Apa yang paling banyak ada di dalam roti? Karbohidrat, yup inilah yang bisa memicup produksi tryptophan di dalam darah. Pilihan makanan karbohidrat pun banyak, mulai dari sereal, yogurt, keju, dan biskuit. Tapi jangan terlalu berlebihan mengonsumsi makanan karbohidrat di malam hari, sebab akan melebarkan lingkar perut kita. Jadi, makanlah dengan bijak 😀 Definisi bijak adalah konsumsilah dalam jumlah sedikit. Sebab jika kita makan terlalu banyak justru akan membuat saluran pencernaan kita bekerja lebih keras. Ini sudah pasti bukan signal untuk membuat kita mengantuk, sebab otak mengartikannya sebagai situasi aktif. Kafein : Sudah pasti zat yang bersifat stimulan ini akan membuat otak semakin aktif bekerja. Idealnya, kita mengonsumsi kafein, 6 jam sebelum kita tidur. Durasi itu cukup ampuh membuat kafein terurai sempurna dalam tubuh sehingga saat jam biologis memasuki waktu tidur di malam hari, kita bisa terlelap dengan nyenyak. Jadi, waspadai konsumsi kopi, teh, dan cokelat di sore serta malam hari. Konsumsilah dalam porsi kecil pada rentang waktu 6 jam sebelum tidur. 
Makanan pedas : Oke saat kita makan malam dengan makanan yang kaya akan sensasi rasa pedas, rasanya akan nikmat sekali sehingga membuat tubuh mendapatkan energi yang cukup. Ini akan membuat tubuh rileks yang kemudian mendorong kita untuk terlelap. Tapi tahu apa efek samping makanan pedas menjelang tidur? Dia menyebabkan heartburn atau kondisi di mana dada terasa panas. Belum lagi makanan pedas juga dapat memicu produksi gas dalam saluran pencernaan yang kemudian membuat kita sering bersendawa. Alhasil kita merasa tak nyaman hingga sulit untuk tertidur. Jika memang ingin menikmati makanan pedas, sebaiknya 4 jam sebelum waktu tidur di malam hari.

 

Setelah mengamati ‘menu’ yang dapat didekati dan dijauhi ketika jam tidur mulai berdentang, sekarang kita bisa lebih bijak lagi dalam memberikan hak tubuh untuk beristirahat. Jangan egois, tubuh juga butuh waktu untuk relaksasi yang salah satunya adalah dengan tidur berkualitas. Jadi mari kita tidur….Zzzzzz….zzzzz…

 

foto dari sini

 

1 Comment

  1. Pingback: Tubuh Sehat Adalah Tubuh Yang Tidur Lelap | Medja Makan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *