Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Klik ‘Like’ Untuk Selingkuh

 

Mau tahu bagaimana asal muasal perselingkuhan terjadi di dunia yang serba digital seperti saat ini? Mudah saja, cukup search nama mantan pacar Anda pada mesin pencari atau search engine Google.

Mesin pencari Google sudah menjadi dewa pemberi jawaban dari segala pertanyaan yang melintas di kepala. Segala macam hal yang ingin mencuri rasa penasaran serta kebutuhan kita, mulai dari harga rumah, 7 keajaiban dunia, isu politik terhangat, sampai status mantan pacar. Untuk urusan status mantan pacar adalah Facebook yang menjadi tautan Google dalam menangkap informasi yang kita butuhkan. Menurut Nancy Kalish, PhD., Profesor Emiritus Psikologi dari California State University, Sacramento, mesin pencari dan Facebook telah mempermudah proses pengulikan data pribadi seseorang yang kemudian memperlancar niat berselingkuh. Bagaimana Kalish bisa sampai pada kesimpulan itu?

Jadi Kalish yang juga menulis buku Lost & Foudn Lovers, melakukan penelitian berdasarkan data yang dimiliki klinik konsultasi pernikahannya. Selama 16 tahun menjadi konsultan pernikahan, Kalish semakin melihat angka perselingkuhan mengalami peningkatan sejak 1990-an atau sejak dunia internet menjadi begitu akrab dengan kehidupan sosial manusia. Teknologi ini tak hanya mempermudah interaksi manusia dengan segala informasi dari seluruh dunia tapi juga ‘memotong’ proses perkenalan.

Sebelum ada internet, seseorang yang ingin mengakrabkan diri dengan kekasih di masa lalu perlu mendekatkan diri dengan salah satu orang dari lingkaran sosial mantan pacarnya, apakah itu adiknya, kakaknya, sepupunya, tantenya, atau kakek dan neneknya. Mereka harus bertanya langsung, “Apa kabarnya dia? Apakah sudah berkeluarga?” Tapi di era digital ini, mereka bisa menghapus proses basa-basi tersebut dengan hanya mengirim friend invitation kepada orang dari masa lalu. Proses yang sangat private ini dapat berlangsung dengan hanya sekali clik.

Dan hanya dengan sekali click, mereka sudah dapat memasuki wilayah privasi dari teman di masa lalunya, mulai dari buku serta musik yang disuka, hobi yang digemari, tebaran foto dari waktu ke waktu, sampai kondisi emosi yang tengah dialami yang diekspresikan melalui status yang ter-up date di time line. Ini semua adalah sumber informasi yang kemudian akan memudahkan mereka menciptakan pembicaraan yang panjang.

Pembicaraan online yang diawali sapaan halo pada wall Facebook pun kemudian membuat mereka mengingat cerita di masa lalu. Dan akui saja, kita pada dasarnya suka mengenang masa lalu. Hal ini adalah sangat wajar dan manusiawi. Alhasil, kita pun lebih banyak mengingat dan membicarakan hal-hal yang indah ketimbang yang menyedihkan saat kebutuhan untuk romantisme masa lalu itu merasa perlu dilengkapi. Inilah yang kemudian dalam journal Cyber Psychology & Behavior,melalui 300 responden mereka terungkap bahwa Facebook menjadi social media yang bisa membahayakan kekuatan suatu hubungan.

Para responden berujar, pasangan mereka atau bahkan mereka sendiri sering kali kesulitan menahan dorongan untuk berhenti menguntit orang-orang yang menarik perhatiannya. Durasi rata-rata yang dihabiskan 300 responden tersebut untuk menguntit orang melalui Facebook adalah 40 menit setiap hari. Menit-menit inilah yang kemudian menciptakan niat untuk berselingkuh.

“Tanpa disadari, kita semakin mengurangi kebutuhan untuk berbagi cerita dan emosi kepada pasangan karena kita merasa perbincangan di Facebook menjadi lebih menarik. Inilah yang kemudian menciptakan gelombang rahasia antara pasangan,” ungkap Ian Kerner, konselor seksual yang juga penulis buku best seller New York Times. Alhasil Kerner pun menyarankan untuk menceritakan pada pasangan tentang interaksi yang terjadi dengan mantan pacar atau orang di masa lalu yang baru saja menjadi teman kita di Facebook. “Malah menurut saya, ketika kita mendapatkan notifikasi menjadi teman pada social media apapun tak ada salahnya untuk menceritakan pada pasangan kita.” Pesan Kerner sangat jelas, “Once you have something to hide, that’s where the trouble begins.”

Dan senada dengan Kerner, Kalish pun berkata, smartphone adalah teknologi komunikasi yang memudahkan kita untuk mendapatkan informasi apapun. Facebook pun di buat dibuat untuk memotong jarak komunikasi dan mempermudah interaksi sosial di dunia yang sudah semakin tak berjarak ini. “Jadi gunakanlah keduanya dengan tujuan yang tidak membahayakan kebahagiaan yang sudah Anda miliki saat ini.”

 

foto dari sini

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *