Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Makanan Pengacau Mood

 

Belakangan jadi mudah sekali tersulut emosi? Padahal kalau dilihat-lihat secara kondisi keuangan, ‘barometer’ dompet kita masih dalam level aman dan kalau mau ditelisik dari sisi percintaan semuanya juga sedang hangat-hangatnya. Jadi apa yang membuat api emosi begitu mudah berkobar?

Coba amati piring kita, menu makanan apa saja yang ada di dalamnya. Setelah itu amati juga minuman yang kita pilih untuk memperlancar proses menikmati makanan. Makanan dan minuman bisa membuat kita menjadi orang paling sensitif di dunia! What we eat is what we are, yup makanan dan minuman bisa mendefinisikan siapa sesungguhnya Anda.

Dr. Drew Ramsey, asisten profesor klinis psikiatri dari Columbia University menegaskan, makanan dan minuman tak hanya memengaruhi bentuk fisik tubuh kita. Nutrisi yang ada di dalam makanan dan minuman bisa ‘menyabotase’ kerja otak yang normal menjadi begitu sensitif. Pernyataan ini juga diamini oleh Tyler Graham, penulis buku The Happiness Diet: A Nutritional Prescription for a Sharp Brain, Balanced Mood, and Lean, Energized Body. “Begitu banyak daftar penelitian yang mengungkapkan bagaimana makanan dan minuman bisa memengaruhi keberlangsungan hari seseorang.”

Dan berikut adalah daftar makanan yang bisa membuat hari kita yang positif menjadi negatif :

Roti : Termasuk orang yang tidak bisa melewati hari tanpa menikmati roti di pagi hari? Jangan langsung panik, pilihlah roti yang nilai kalorinya tinggi tapi juga dipenuhi oleh serat seperti roti gandum. Memang apa bedanya roti biasa dengan roti gandum? Perbedaanya sangat besar, roti biasa tak hanya membuat lingkar pinggang melebar dengan cepat tapi juga bikin kita jadi lebih sensitif. Sebab karbohidrat yang tinggi di dalam roti biasa membuat perut cepat mengolahnya dan dalam hitungan jam, perut akan kembali ‘keroncongan‘.

Di saat perut merasa ‘keroncongan’ alias lapar luar biasa, ini membuat otak kita panik dan mengeluarkan hormon stres yang secepat kilat bisa menghasilkan mood negatif. Solusinya? Jika kita terpaksa atau memiliki keterbatasan dalam memilih jenis roti, lengkapi sarapan roti kita dengan makanan berprotein serta berserat tinggi seperti telur rebus, daging ayam tanpa kulit, atau potongan sayuran.

Putih telur : Kita pasti sering mendengar kalau kuning telur tidak baik bagi kesehatan karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, alhasil putih telur menjadi incaran. Tapi sebenarnya selama jumlah konsumsi kuning telur dalam batas wajar, makanan ini bisa menjadi sahabat bagi tubuh karena kandungan nutrisi paling banyak terdapat di dalamnya. Nutrisi apa saja yang ada di dalam kuning telur? Omega-3, vitamin D, vitamin B12, dan folat yang semuanya meregulasi mood dengan cara membuat kerja sel-sel otak lebih stabil, energik, serta selalu bahagia. Inilah yang terlewatkan ketika kita hanya menikmati putih telur. Bahkan Harvard School of Public Health sudah merevisi pernyataan mengenai kuning telur dan kinerja otak.

Sebenarnya dalam ilmu gizi, semua makanan harus dinikmati dalam kadar yang wajar. Definisi wajar adalah kita menikmatinya tanpa membuat tubuh menjadi bekerja berlebihan. Dan mengingat kuning telur memiliki semua yang diperlukan otak untuk membuat stabil emosi kita, maka tak ada salahnya untuk menikmati kuning telur, tapi dengan catatan tidak berlebihan.

Soda : Tahu apa yang paling banyak terdapat di dalam minuman soda? GULA! YUp…gula tak hanya membuat tumpukan lemak menjadi lebih mudah terjadi di dalam tubuh tapi juga menjadi salah satu pemicu gangguan mental. Sebuah penelitian menemukan fakta, orang yang mengalami kelebihan berat badan ternyata pencitraan otaknya menunjukkan terjadinya penurunan volume otak. Ini yang membuat otak bekerja tidak stabil dan sangat fluktuatif. Dan mau tahu minuman penghancur mood tertinggi? SODA! Jadi, cobalah untuk memberi jarak dengan minuman ini.

Margarin : Beberapa dekade yang lalu, para peneliti sepakat menyebut margarin sebagai mentega yang aman bagi jantung. Tapi penelitian kemudian menemukan fakta baru, margarin ternyata mengandung lemak trans yang tinggi. Lemak trans tak hanya membuat lemak cepat terbentuk tapi juga sangat berkaitan dengan membuat seseorang menjadi mudah sekali depresi, demikian diungkapkan beberapa penelitian baru-baru ini. Salah satu penelitian yang mengamininya adalah yang dilakukan oleh University of Las Palmas de Gran Canaria, Spayol. Universitas ini membeberkan fakta 50 persen dari responden doyan mengonsumsi lemak trans ternyata sering kali mengalami depresi.

Sup kaleng : Apa yang ada di dalam makanan kalengan? Zat pengawet, khususnya Bisphenol-A atau BPA. Banyak penelitian telah membeberkan fakta, BPA memicu terjadinya depresi, kepanikan berlebihan, dan pubertas dini, serta gangguan jantung. Dan penelitian lain menemukan, sup kaleng adalah makanan olahan yang kandungan BPA-nya sangat tinggi. Adalah para peneliti dari Harvard yang menemukan angka yang menakjubkan dari kandungan BPA dalam sup kaleng, yaitu sebanyak 1.200 persen! Lalu journal Pediatrics mengungkapkan, ibu yang sedang hamil jika banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan BPA yang tinggi ternyata melahirkan anak yang mudah sekali panik, depresi, serta sulit mengendalikan diri.

Agave Nectar (pemanis buatan) : Fructose corn syrup (HFCS) adalah pemanis buatan yang diminta oleh para peneliti kesehatan untuk kita hindari. Dan satu level di atas HFCS adalah agave nectar. Keduanya tergolong sebagai pemanis buatan, lalu di mana letak perbedaanya? HFCS terdiri dari 55 persen fruktosa yang ketika masuk di dalam tubuh akan kesulitan untuk dicerna, karena tubuh tidak bersahabat dengan pemanis jenis ini yang efek sampingnya membuat tubuh lebih cepat menumpuk lemak. Sedangkan agave nectar memiliki kandungan fruktosa sebanyak 70 sampai 100 persen. Maka dapat dibayangkan apa yang terjadi pada lingkar pinggang kita jika terlalu sering menikmati berbagai pemanis buatan ini. Dan mau tahu apa yang terjadi ketika lingkar pinggang melebar akibat pemanis buatan? Volume otak kita justru mengkrucut dan risiko depresi serta gangguan mood akan meningkat.

Usai melihat daftar dan penjelasan para peneliti serta jurnal di poin-poin atas, jangan menjadi panik atau semakin galau. Pilih makanan atau minuman pengganti yang bisa menyehatkan kerja otak sehingga emosi kita menjadi lebih stabil. Alhasil setiap hari kita bisa menikmatinya dengan level yang maksimal tanpa disusupi energi negatif.

 

Foto dari sini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *