Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Kurang Tidur Picu Disfungsi Ereksi

 

Pernah mendengar fakta bahwa kualitas tidur pria akan sangat berpengaruh pada kemampuan ereksi saat bercinta. Yup…kualitas bercinta bukan hanya sekadar mampu bercinta dalam durasi yang panjang, tapi juga berbanding lurus dengan seberapa lama kita memberikan tubuh kualitas tidur yang maksimal.

Bagaimana tidur dan ereksi saling berkaitan?Dr. Andreas Prasadja, RPSGTSleep Physician ini bercerita kepada Medja Makan, otak memiliki mekanisme untuk melatih penis agar dapat ereksi dengan baik. Betul sekali, penis memerlukan latihan untuk ereksi yang optimal. Menariknya lagi, latihan ini justru dilakukan saat pria sedang tidur, tepatnya saat memasuki tahap tidur R atau tidur mimpi. “Persisnya, setiap tidur mimpi, pria mengalami ereksi. Tidur mimpi terjadi sekitar 4-6 kali tiap malamnya atau sekitar 20-25 persen dari total tidur malam hari.”

Itu mengapa, ketika pria tidak memiliki kualitas tidur yang baik, sebenarnya bukan hanya mood untuk bercinta yang ikut merosot tapi juga kemampuan penis untuk ereksi ikut melorot. Jadi untuk mendapatkan kepuasan dalam bercinta, syarat utamanya adalah memberikan tubuh tahapan tidur mimpi.

Seperti yang pernah dibahas Medja Makan mengenai tahapan tidur,meski saat memasuki fase tidur mimpi tubuh kita akan kehilangan kemampuan menggerakkan otot, namun bukan berarti tubuh berhenti bekerja. Yang terjadi justru kebalikannya, regenerasi sel dan aliran darah yang mengangkut oksigen justru berlangsung maksimal. Aliran darah ini juga yang membentuk mekanisme otak untuk melatih penis berereksi, dari sanalah kualitas bercinta akan menemukan momennya. Maka dapat dibayangkan apa yang terjadi jika kita mengalami gangguan tidur. Dokter Andreas menyebutkan semua gangguan yang mengurangi durasi tidur pasti berpengaruh pada kemampuan penis untuk berereksi.

Tapi diantara gangguan tidur yang ada, sleep apnea adalah yang paling sering dideteksi membuat penis tidak mengalami ereksi yang optimal ketika bercinta. Mau tahu apa tanda-tanda dari sleep apnea? Dengkuran atau ngorok yang diikuti dengan henti napas yang membuat otak selalu dalam keadaan ‘terbangun’ meski mata kita tetap terpejam. Otak dipaksa untuk bangun karena saat ada masa henti napas, itu pertanda otak kekurangan oksigen dan butuh pasokan. Alhasil tubuh tidak pernah benar-benar istirahat tapi tidak pernah benar-benar disadari karena semua terjadi saat kita memejamkan mata. Gejala paling mudahnya menurut Dokter Andreas adalah kita akan selalu bangun dalam keadaan tidak segar, bad mood, dan mendapat serangan kantuk berlebihan saat siang hari.

Tak hanya Dokter Andreas yang meminta kita waspada terhadap sleep apnea, beberapa penelitian juga ikut menguatkan pernyataannya. Pertemuan tahunan American Urological Association (AUA) yang berlangsung pada 14 Mei lalu, mengumumkan pria yang mengalami disfunsi ereksi ternyata juga mengidap gangguan tidur sleep apnea. Angka presentase-nya cukup tinggi, 50 persen dari pria yang mengalami disfungsi ereksi dipastikan juga selalu mendengkur dan mengalami masa henti napas saat tidur alias sleep apnea.

“Henti napas yang menyertai dengkuran, menyebabkan pengentalan darah yang kemudian memicu produksi sel-sel inflamasi. Ini juga membuat dinding pembuluh darah mengeras sehingga aliran darah pada penis tidak berlangsung maksimal.” Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika aliran darah pada penis tidak berlangsung maksimal? “Disfungsi ereksi, sebab penis tidak mendapatkan mekanisme latihan ereksi dengan maksimal.” Demikian Andreas memaparkan.

Lalu bagaimana dengan pria yang memiliki shift kerja malam hari? Dokter Andreas menyarankan untuk tidak ‘menyakiti’ tubuh dengan terus terjaga saat istirahat. Caranya dengan membayar ‘hutang’ tidur kita. “Tidurlah di saat istirahat atau hari libur usai shift malam,” ucapnya seraya menyebutkan shift kerja malam hari harus benar-benar diperhitungkan dan diatur dengan baik agar tubuh tidak merasa dirampok haknya untuk beristirahat.

Dan untuk melengkapi niat kita memiliki kualitas bercinta yang maksimal, dokter yang sudah menerbitkan buku Ayo Bangun dengan Bugar Karent Tidur yang Benar ini pun memodali kita dengan Do’s and Don’ts sebelum tidur.

Do this for your pillow time 

  1. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.
  2. Berolah raga teratur setiap harinya, terutama pada pagi hari. Terbukti bahwa olah raga yang teratur dapat memperbaiki kualitas tidur.
  3. Di pagi hari, biarkan diri Anda terpapar dengan cahaya terang (segera nyalakan lampu atau bukalah jendela kamar, dan biarkan udara segar mengalir masuk ke dalam kamar.)
  4. Jagalah suhu ruangan yang nyaman di kamar tidur Anda.
  5. Buat kamar tidur Anda cukup tenang saat tidur.
  6. Usahakan kamar tidur Anda cukup gelap untuk memudahkan tidur.
  7. Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan berhubungan seks.
  8. Minum obat sesuai petunjuk. Minumlah obat tidur (jika diperlukan) satu jam sebelum tidur, sehingga dapat menyebabkan rasa mengantuk ketika berbaring, atau 10 jam sebelum bangun tidur, untuk mencegah rasa mengantuk pada siang hari.
  9. Buat ritual sebelum tidur sekurangnya 1 jam menjelang tidur, misalkan latihan relaksasi, pijatan, mandi dengan air hangat, melakukan perawatan tubuh atau bermeditasi.

Don’t get yourself cranky

 

  1. Jangan olah raga sesaat sebelum tidur (jarak antara olah raga dan tidur sebaiknya 2-4 jam.)
  2. Jangan melakukan kegiatan yang membangkitkan semangat sesaat sebelum tidur, seperti melakukan permainan kompetitif, atau bercakap-cakap mengenai masalah penting dengan pasangan Anda.
  3. Jangan menonton TV atau bekerja di depan komputer sebelum tidur.
  4. Jangan makan/minum yang mengandung kafein pada malam hari (kopi, teh, coklat, soda, dll.)
  5. Jangan membaca buku atau menonton televisi di atas tempat tidur.
  6. Jangan minum alkohol untuk membantu tidur (dianjurkan minum alkohol 4 jam sebelum tidur.)
  7. Jangan merokok sekurangnya 6 jam sebelum tidur.
  8. Jangan tidur dengan perut lapar atau terlalu kenyang.
  9. Jangan minum obat tidur tanpa sepengetahuan dokter. Ini untuk menghindari efek toleransi (sehingga tubuh memerlukan dosis lebih tinggi.)
  10. Jangan tidur sejenak pada senja/malam hari.

Jadi jika ingin menikmati kualitas bercinta dengan baik, tidurlah yang cukup dan biarkan mekanisme otomatis tubuh kita melakukan bagiannya. Selamat tidur dan selamat bercinta 😀

 

Pic from here

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *