Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Mudik Aman : BEBAS KANTUK!

Source : http://www.grandparentsteachtoo.org/articles.php?id=26

Source : http://www.grandparentsteachtoo.org/articles.php?id=26

Apa yang sahabat Medja Makan nantikan dari tradisi pulang kampung atau mudik pada saat hari raya? Kue khas seperti nastar, kastangel, atau makanan yang susah banget untuk ditolak kaya opor ayam, atau malah  ‘salam tempel’ yang lumayan untuk menebalkan dompet. Ini adalah ‘keseruan’ kecil dari magnet tradisi mudik. ‘Keseruan’ besarnya, mudik membuat solidaritas organik makin terbentuk matang.

Apa itu solidaritas organik? Kalau bahasa seriusnya, menurut ilmu Sosiologi, solidaritas organik adalah keterikatan rasa yang terbentuk pada masyarakat yang sudah kompleks dan telah mengenal pembagian kerja yang teratur. Umumnya terjadi pada masyarakat perkotaan yang selalu sibuk dan teraleniasi dari keluarganya karena berbagai macam kesibukan tapi  kemudian disatukan oleh ketergantungan antar anggota. Dalam masyarakat Indonesia ketergantungannya adalah tali silahturahmi.

Melalui mudik, segala proses interaksi sosial yang terbatas akibat jarak geografis dan kesibukan sebagai masyarakat perkotaan kembali dijalin melalui pertemuan dalam momen hari raya. Maka mudik menjadi bagian dari ritual maaf memaafkan. Meski teknologi komunikasi sudah begitu canggih, tapi kebutuhan untuk mengikat rasa dalam interaksi sosial dalam solidaritas organik memiliki nilai lebih dibanding sekadar mengirim pesan singkat via telepon pintar atau smartphone.

Alhasil segala cara dipersiapkan untuk menembus perjalanan yang memakan waktu berjam-jam. Berapa banyak diantara sahabat Medja Makan yang ‘menimbun’ minuman berenergi sebagai cara untuk mengganjal mata tetap terjaga ketika membawa kendaraan saat menempuh jalur darat saat mudik? Banyak orang yang percaya, minuman berenergi atau kafein adalah cara yang efektif untuk membuat perjalanan mudik menjadi lebih ‘terjaga’.

Menurut sleep physician atau ahli kesehatan tidur, Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, kafein hanyalah penunda kantuk. Kafein tidak dapat memperbarukan kemampuan otak untuk berkendaraan. “Jika ingin mengendara jauh, persiapkan dengan vitamin otak. Dan vitamin otak yang sesungguhnya adalah, TIDUR!” jelas Andreas dari Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran.

Andreas kemudian bercerita apa yang terjadi ketika pengemudi coba ‘mengalihkan’ rasa kantuknya dengan minuman berenergi atau kafein. Sifat minuman berenergi yang sebagian besar menggunakan kafein sebagai ‘ramuan rahasia’ adalah stimulan. Sebagai stimulan, kemampuannya hanyalah menunda rasa kantuk. Artinya, otak yang kelelahan akan tetap melambat dalam bekerja. Dan jika otak yang kelelahan yang ditandai dengan rasa kantuk ini terus dibiarkan saat kita mengendarai kendaraan dalam perjalanan jauh yang terjadi adalah tingkat konsentrasi serta kewaspadaan otak tetap rendah. Artinya, meski mata kita ‘melek’ tapi tetap saja kita membawa kendaraan dalam keadaan tidak aman. Sehingga ketika terjadi situasi yang mengagetkan, otak kita tidak cukup optimal untuk memberikan keputusan yang tepat untuk menghadapinya.

Pada lebaran tahun kemarin, 66 % penyebab kecelakaan adalah karena supir MENGANTUK! Polri mencatat ada sebanyak 1.130 kejadian kecalakaan yang terjadi karena ME-NGAN-TUK! “Maka ketika mengantuk, aturan nomor satu: hentikan kendaraan dengan aman dan beristirahatlah,” Andreas memberikan saran.

Apa yang bisa dilakukan ketika beristirahat? Tidur. “Jika memang dirasa perlu untuk minum kafein, minumlah dan kemudian tidurlah sekurangnya 20 menit.” Mengapa? Andreas kembali menjelaskan, “Kafein itu baru bekerja setelah 30 menit, jadi harapannya ketika bangun tidur, efek kafein ‘kick in’ dan pengemudi pun mendapatkan segala manfaat dari tidur.” 

Medja Makan pun semakin tertarik untuk bertanya kepada dokter yang sudah menerbitkan buku Ayo Bangun ini. Jadi, mana yang lebih baik, berangkat mudik saat selesai sahur atu selesai berbuka puasa? Andreas menjelaskan, idealnya tingkat kewaspadaan pengendaraan akan lebih baik pada waktu jam biologisnya terjaga. “Jika kita mengendarai pada saat kita biasanya tidur, maka jam biologis pasti akan mendorong kita untuk tidur.”

Dan melengkapi tipsnya, Andreas pun kemudian menyarankan para pemudik yang membawa kendaraan sendiri untuk tak hanya mempersiapkan performa kendaraannya, tapi juga harus memberikan tubuh hak untuk menikmati cukup tidur sebelum berangkat. Caranya?”Bukan hanya cukup tidur satu malam menjelang keberangkatan, karena ini akan percuma jika di malam-malam sebelumnya kita punya hutang tidur yang banyak.”

Sebaiknya terapkan pola cukup tidur, minimal setiap malamnya tidur selama 6 jam. Lalu jangan juga minum kafein terlalu banyak, karena kelebihan kafein justru akan membuat tubuh mudah sekali gelisah. Dan jika jarak yang ditempuh sangat jauh, Andreas menyarankan, agar kita memiliki supir cadangan untuk bergantian. “Saat bergantian, sebaiknya supir yang digantikan benar-benar beristirahat dengan tidur sehingga ketika tiba gilirannya, otaknya sudah prima untuk mengendarai kendaraan.”

Dan khusus bagi teman seperjalanan, ada hal lain yang juga bisa kita lakukan untuk membantu menekan risiko terjadinya kecelakaan karena mengantuk, yaitu:

  • Kenali tanda-tanda mengantuk seperti menguap, mengusap-usap mata, berkendara dengan posisi kepala bersandar pada headrest.
  • Ajak bicara sesekali. Ini juga bisa menjadi ‘test’ sederhana apakah supir mengantuk atau tidak. Jika dalam percakapan, supir seperti melamun ini bisa jadi sebagian otak supir telah tertidur.
  • Jika tanda-tanda itu muncul, pastikan supir beristirahat. Jadi ajaklah dia untuk beristirahat di rest area. 

Ingatlah, MENYUPIR DALAM KEADAAN MENGANTUK SAMA BAHAYANYA DENGAN MABUK! Jadi, untuk memastikan segala kerinduan kita akan suasana silahturahmi yang hangat dengan keluarga bisa terpenuhi, mudiklah dengan aman yaitu dengan tidak mengantuk saat membawa kendaraan. 

Selamat mudik sahabat Medja Makan, sampaikan pelukan hangat untuk orang-orang terkasih….pppssssttttt…..Medja Makan ngga bakal nolak loh dikasih makanan khas lebaran….ditunggu nastar, kastangel, dan opornya kakak 😀

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *