Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Membeli Kebahagiaan dengan Uang ?

Beatles menyanyikan sebuah lagu bahwa uang tidak bisa membeli cinta tapi ternyata uang bisa membeli kebahagiaan. Well, tidak sepenuhnya benar. Kita harus tahu apa yang kita beli agar uang yang kita miliki bisa membuat kita bahagia. Kata pepatah, if you have enough money and not happy, you are spending it wrong.

Konsumerisme tidak membuat kita bahagia

Sebuah penelitian dari Universitas Warwick dan Cardiff menyimpulkan bahwa kita akan mendapatkan kebahagiaan sesaat jika kita lebih kaya dari tetangga kita. Uang pada dasarnya adalah alat untuk meningkatkan sosial status kita. Tapi kenapa hanya sementara? Tentunya karena tetangga kita punya pikiran yang sama dengan kita.

Coba bayangkan skenarionya, kita akhirnya punya uang untuk beli mobil sedan Toyota Yaris sementara tetangga kita Pak Anto cuma punya sepeda motor Honda matic. Pak Anto melihat mobil kita menjadi tidak bahagia, dia merasa lebih miskin dari kita. Dia akhirnya membeli mobil baru, Honda Jazz dengan kredit. Kita yang tadinya senang dan menikmati mobil baru kita akhirnya merasa tidak bahagia kembali karena merasa kalah dengan Pak Anto, lalu kita berusaha membeli mobil baru lagi, dan begitu seterusnya. Hal inilah yang membuat konsumerisme hanya akan memberi kebahagiaan semu.

Penghasilan besar semata tidak membuat kita bahagia

Fenomena lain adalah gaji. Gaji karyawan itu sifatnya rahasia, karena jika kita tahu bahwa gaji kita lebih rendah sedikit saja dari teman di sebelah kita, kita akan merasa tidak bahagia, padahal bedanya cuma 500 ribu sebulan. Di sisi lain, jika kita ada di pihak teman kita yang bergaji lebih besar, mereka akan lebih bahagia karena mengetahui perusahaan menghargai mereka lebih tinggi dari teman sekerjanya.

Jadi, sebenarnya bukan berapa besar penghasilan kita yang membuat kita bahagia, tapi ranking penghasilan kita dibanding rekan kita.

Berbagi membuat kita bahagia

Menurut buku berjudul Happy Money berbagi adalah salah satu cara untuk membuat kita bahagia. Menyumbangkan uang kita ke kegiatan amal akan membuat kita merasa lebih baik. Apalagi saat kita bisa melihat efek uang kita dalam mengubah hidup orang lain. Misal, saat kita menyumbang untuk beasiswa anak tidak mampu, lalu badan beasiswa itu merilis prestasi belajar si anak dan kemana anak itu masuk kerja setelah kuliah. Hal ini membuat kita bahagia karena kita bisa melihat perubahan nasib anak yang kita beri beasiswa.

Menghabiskan uang untuk mentraktir teman juga demikian. Berbagi bersama sahabat dan ngobrol sampai lupa waktu adalah cara efektif untuk menjadi lebih bahagia dengan uang kita.

Belilah Pengalaman bukan Barang

Menurut sebuah riset psikologi di San Francisco State University, ada perbedaan level kebahagiaan yang mencolok antara mereka yang membeli barang(HP, mobil, latte) dengan mereka yang membeli pengalaman (tiket mudik, wisata ke tempat baru, wisata kuliner dengan pasangan atau teman dekat). Mereka yang membeli pengalaman merasa lebih bahagia dari mereka yang membeli barang. Menurut Ryan Howell, asisten profesor yang membuat penelitian ini, saat kita membeli pengalaman kita pasti akan bertemu orang lain, baik dalam berwisata atau pulang kampung, hal ini membuat kita merasa terhubung dengan sekitar kita dan itulah yang membuat kita bahagia.

Berlibur yang Membahagiakan

Hal ini juga diperkuat oleh Michael Norton, profesor di Harvard Business School dan penulis buku Happy Money. Norton juga menyarankan untuk membayar liburan kita tidak dengan kartu kredit tapi dibayar tunai di awal. Hal ini karena saat kita liburan kita akan merasa semuanya gratis, sudah dibayar, dan kita tinggal menikmatinya. Dan terlebih lagi, hindari membayar liburan dengan kartu kredit. Jika kita membayar dengan kartu kredit, maka kebahagiaan kita setelah liburan langsung terganti dengan stres menghadapi hutang.

Kesimpulan:

Agar kita bisa membeli kebahagiaan lakukanlah hal ini:

1. Stop melihat tetangga kita, dan cukupkanlah diri dengan penghasilan anda sekarang.

2. Berbagi, baik ke kegiatan amal maupun berbagi dengan teman. Medja Makan mau kok ditraktir.

3. Belilah pengalaman bukan barang, karena kesan dari pengalaman itu lebih lama.

4. Jika berlibur, bayarlah di muka semua, jangan berhutang.

Selamat berbahagia sahabat Medja Makan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *