Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Asuransi Kesehatan : Proteksi Atau Investasi?

foto famili protection

Menurut sahabat Medja Makan, kata asuransi kesehatan lebih identik dengan proteksi atau investasi?

Untuk menjawab rasa penasaran, Medja Makan pun bertanya kepada pembaca setia blog ini. Zaki Hardi dan Tetty Sulastri. Keduanya punya jawaban yang berbeda, Zaki mengidentikan asuransi kesehatan dengan investasi. Sedangkan Tetty mengarahkan persepsinya pada murni proteksi. Lalu mana yang benar?

“Keduanya benar, karena setiap orang punya kebutuhan yang berbeda,” ucap Shierly Ge, Head of Marketing PT Sun Life Financial Indonesia.

Lalu mengapa belakangan banyak perusahaan asuransi yang menggabungkan asuransi kesehatan dengan investasi? Medja Makan pun antusias bertanya kepada Shierly.

Shierly bercerita. Dari sisi perusahaan asuransi, produk asuransi kesehatan dengan investasi muncul karena banyaknya permintaan, khususnya di masyarakat Asia. Salah satu filosofi sebagian besar orang Asia ketika memilih produk finansial adalah tetap menginginkan uangnya kembali. Dan asuransi kesehatan dengan investasi adalah jawabannya.

“Mereka berpikir, kalau selalu sehat dan tidak masuk rumah sakit maka proteksi kesehatan tidak terpakai padahal premi selalu dibayarkan. Asuransi kesehatan dengan investasi membuat mereka bisa ‘menikmati’ kembali premi yang dibayarkan. Jadi mereka merasa uangnya tidak hilang,” jelas Shierly seraya menyebutkan manfaat lain yang juga sering dilihat sebagai sisi positif dari asuransi kesehatan dengan investasi adalah bunganya yang  kompetitif.

Ini diamini oleh Zaki. Meski sudah mendapatkan asuransi kesehatan dari kantornya,  Zaki tetap memiliki asuransi kesehatan dengan investasi untuk keluarganya. Sudah 10 tahun memiliki asuransi tersebut, Zaki mengaku telah menikmati buah dari investasinya. “Kebetulan aku punya 2 asuransi kesehatan yang digabung dengan investasi dan bunga investasinya sudah dipakai untuk investasi dalam bentuk lain,” ucapnya sumringah.

Lalu sudahkah Zaki dan keluarganya menikmati manfaat proteksi dari asuransi kesehatan tersebut? “Alhamdulillah, belum. Karena asuransi kesehatannya hanya untuk rawat inap.”

Inilah yang justru membuat Tetty, tidak tertarik menggunakan asuransi kesehatan dengan investasi.“Asuransi dan investasi punya tujuan dan fungsi yang berbeda, kalau digabung tujuan dan fungsinya malah gak optimal,” ucap perempuan yang memilih menjadi wiraswasta setelah lebih dari 5 tahun bekerja di kantor ini.

Apapun pilihannya, Shierly memberikan tips yang wajib diperhatikan ketika memilih asuransi kesehatan. Pertama, pilih yang coverage-nya lengkap. “Salah satu kelebihan asuransi kesehatan Sun Life, menanggung segala jenis kanker. Kami tidak ingin membantu setengah-setengah.”

Kedua, pastikan perusahaan asuransi memiliki jaringan rumah sakit yang lengkap, dalam atau luar negeri. “Kecenderungan di masyarakat kita, semakin mapan semakin ingin berobat ke luar negeri. Sun Life, memiliki jaringan rumah sakit di seluruh dunia.”

Yuk mulai memproteksi diri dari sekarang, sahabat Medja Makan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *