Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Let’s Be Happy FOREVER

happy life_2

Medja Makan, paling suka ngomongin kebahagiaan. Kayanya ngga bisa berhentin deh mulut kalau ngejabarin apa aja yang bikin kami bahagia. Buat kami, kebahagiaan itu sangat amat bisa diciptakan. Karena kebahagiaan kendalinya ada di pikiran kita, itu kenapa dia menjadi sangat subjektif atau tidak bisa dipukul rata dengan orang lain. Kondisi yang tidak pukul rata ini, buat Medja Makan sangat menyenangkan karena itu artinya, kita bisa menciptakan kebahagiaan sebebas yang kita mau. Syaratnya hanya satu, KITA MEMANG MAU BAHAGIA!

Tapi secara ilmiah, ternyata kebahagiaan itu adalah bawaan gen. Adalah Jan-Emmanual De Neve dan tim penelitiannya yang mengatakan demikian. Jan adalah ahli behavioural economist dari London School of Economics.

Penelitian Jan membuktikan bahwa ada orang-orang yang dilahirkan untuk lebih mudah merasa bahagia. Sumbernya adalah ‘gen rasa bahagia’ yang ada di struktur kromosomnya. Ini membuat mereka susah banget untuk ngerasain pesimis. Mereka lebih sering melihat “glass half full” ketimbang “glass half empty” karena secara genetika mereka punya rantai gen 5-HTT lebih panjang.

Gen 5-HTT adalah gen pemberi rasa puas. Caranya gampang untuk melihat apakah seseorang punya rantai gen 5-HTT yang lebih panjang. Mari cek bersama. Apakah kalian lebih ceria dan bersemangat? Lalu apakah kalian memiliki kemampuan untuk lebih cepat keluar dari “kegalauan”? Jika Iya, maka bisa jadi itu karena di dalam tubuh terdapat rantai Gen 5-HTT.

Telisik punya telisik, gen ini bekerja untuk membuat mood kita selalu lebih happy. “Dalam waktu 5-10 tahun ke depan, orang bisa dengan mudah membaca peta gen mereka. Dan ketika Anda menemukan rantai gen pemberi rasa puas yang pendek, itu bisa menjadi alarm bahwa Anda punya kecenderungan untuk melihat gelas setengah kosong,” jelas Jan sambil bercerita bahwa gen ini berfungsi untuk menyalakan tombol on/off pada otak untuk mengeluarkan zat kimiawi serotonin. Serotonin adalah hormon yang membuat kita merasa rileks dan tenang.

Lalu kalau ternyata gen 5-HTT kita pendek, apakah itu berarti kita ngga bisa merasakan bahagia? Menurut Jan bukan begitu cara melihatnya. Ketika kita mengetahui rantai gen 5-HTT yang pendek maka kita bisa lebih mengerti apa yang terjadi dalam tubuh. “Kita jadi lebih tahu bahwa ketika sedih berlarut-larut, itu karena biologi tubuh yang membuat demikian.” Maka kita pun bisa mencari solusi untuk membantu kita mengurai benang kusut permasalahan. “Knowledge is power,” ucap Jan tegas.

Dan sebuah studi terbaru yang dimuat dalam Journal of Human Genetics, memaparkan dengan ditemukannya gen ini maka secara keilmuan gen ini bisa membantu memetakan rasa bahagia dalam diri manusia. Dari 2.500 responden yang diamati, ditemukan bahwa mereka yang memiliki rantai gen kebahagiaan lebih panjang ternyata lebih merasa puas dengan hidup mereka. Ada sebanyak 17 persen responden yang mengatakan demikian dalam penelitian yang menjadikan orang berusia 20-an sebagai responden.  

Bukan cuman penelitian itu aja sih yang membicarakan tentang serunya mendefinisikan kebahagiaan. Ternyata bukan cuman Medja Makan yang ngga bisa berenti kalau ngomongin kebahagiaan ya..hihihi.

Jadi setidaknya ada 7 hal yang bisa kita lakukan untuk membuat gen kebahagiaan lebih aktif bekerja mengeluarkan hormon serotonin. And this 7 ways to be happy is scientific proven 🙂 Penasaran?

1. Jurnal kebahagiaan.

Ternyata menulis apa saja yang membuat kita bahagia setiap hari adalah cara mencatat kebahagiaan untuk otak. Iya, karena ternyata menulis membuat emosi kita lebih fokus kepada hal-hal yang positif dan berdampak pada saluran aura kebahagiaan dalam diri. Beberapa penelitian mengungkapkan dengan kita menulis apa yang membuat kita bahagia, kita telah membiasakan diri untuk selalu bersyukur. Dan rasa bersyukur akan melahirkan kepuasaan diri dan berbuah kebahagiaan.

Salah satu penelitian yang dilakukan George Mason University, malah bilang kalau rasa bersyukur itu bisa dengan mudah kita lakukan saat kita lebih terbuka. Dan pria adalah karakter yang susah terbuka sehingga sering sulit bergulat dengan rasa syukur. Tapi lagi-lagi George Mason University menyakinkan kalau emosi manusia itu sangat mudah diadaptasi. Artinya, pria tetap bisa kok bertautan akrab dengan rasa syukur selama mau lebih ekspresif. Oiya menulis apa yang membuat kita bahagia setiap hari bisa jadi trik mudah untuk membuka diri loh  😆

2. Carilah warna biru.

happy life_2

Ada apa dengan warna biru? Ini adalah warna yang oleh para leluhur kita diartikan sebagai warna langit. Dan warna langit, adalah akar dari evolusi emosi yang dimiliki para leluhur kita. Menurut University of Sussex adalah warna yang secara gradasi warna dan cahaya membuat para leluhur kita melihat warna biru sebagai warna yang menenangkan.  Karena cahaya langit yang biru cerah berarti hari berjalan ceria dan malam datang dengan tenang. Singkatnya, biru adalah lambang kebahagiaan bagi para leluhur kita.

Tapi University of Sussex tak hanya berbicara warna biru sebagai warna kebahagiaan. Karena menatap warna biru langit yang cerah juga ternyata dapat membuat pikiran kita lebih tajam. Mereka melakukan penelitian ini dengan menampilkan warna demi warna kepada para responden, lalu mencatat bagaimana otak reaksi otak, detak jantung, dan level keringat. Hasilnya, warna biru bagi perempuan dan laki-laki adalah warna yang menenangkan. Survei ini dilakukan terhadap 1.000 orang dewasa.

3. Rilekskan otak dengan meditasi.

Percaya deh yang ngerasa stres bukan kamu doang, otak kita juga bisa stres. Gimana ngga stres kalau mereka ngga pernah dikasih waktu untuk istirahat padahal kerjanya non stop. Tapi apakah otak bisa istiraha? Jawabannya adalah BISA. Meditasi adalah cara kita untuk “mengistirahatkan” otak. Banyak penelitian yang membuktikan meditasi bukan hanya membuat otak berkurang stresnya tapi juga membuat diri kita merasa lebih utuh secara fisik dan psikis.

4. Olahraga, meski hanya 30 menit itu tetap bisa membuat kita bahagia.

Jangan malas olahraga, itu bukan hanya pesan yang cocok untuk orangtua. Karena olahraga terbukti membuat hormon serotonin lebih banyak diproduksi. Dan hormon serotonin sama dengan hormon kebahagiaan. Plus olahraga membuat aliran oksigen ke seluruh sel-sel tubuh berlangsung lancar termasuk sel-sel wajah. Ini membuat muka lebih cerah dan garis senyum lebih lebar dibentuk.

5. Seize the day.

“Jangan mau pusing untuk mikirin apa yang terjadi esok karena yang kepastian adalah hari ini, jadi lebih baik menjalani yang pasti dengan baik.” Itu adalah pesan orang tua Medja Makan yang paling sering diulang-ulang. Dan ternyata penelitian membuktikan, terlalu ngeribetin apa yang terjadi di masa depan akan membuat kita ketakutan dan panik. Takut dan panik bukanlah cara yang efektif untuk mengundang energi positif. Yang terjadi justru sebaliknya, kita jadi pusing untuk sesuatu yang belum terjadi. Itu sangat melelahkan.

Prof. Dr. Todd Kashdan yang juga melakukan penelitian untuk menemukan formula hidup bahagia bilang, salah satu trik untuk menyempurnakan hari ini adalah dengan cara menikmati setiap bunyi, aroma, dan pemandangan yang kita bisa rasakan secara cuma-cuma setiap harinya. Karena itu adalah hal-hal nyata yang terjadi tanpa kita minta tapi bisa begitu menyempurnakan keberadaan kita. Sering kali dari hal yang sederhana muncul sensasi kebahagiaan. Carpe Diem.

6. Tidur cukup bisa bikin bahagia.

Yang terjadi saat kita tidur cukup di malam hari adalah secara alamiah energi negatif bisa dibuah jauh-jauh. Tidur cukup membuat otak mengeluarkan neurotransmiter anti stres. Dan kurang tidur sangat erat kaitannya dengan nafsu makan tinggi plus depresi. Jadi, ngapain mesti kurang tidur kalau bisa lebih bahagia dengan cukup tidur 😉

 

7. Jangan sering-sering main Facebook.

Facebook-Down-Thumb_2Penelitian yang dilakukan Ethan Kross dan timnya, menyimpulkan semakin sering seseorang mengakses Facebook maka semakin susah untuk mendefinisikan kebahagiaan. Apa hubungannya Facebook dengan kebahagiaan? Kross bilang, pada dasarnya manusia membutuhkan interaksi sosial yang mapan. Facebook memang menciptakan interaksi tapi hanya bersifat dipermukaan aja. Karena interaksi yang tercipta adalah interaksi instan yang tidak memenuhi kebutuhan manusia sebagai mahluk sosial. Bahasa sederhananya, Facebook tidak secara sempurna memenuhi keinginan manusia untuk selalu berinteraksi dengan sekitarnya secara nyata atau riil. Jadi sudah berapa kali akses Facebook hari ini?

Ternyata disadari atau tidak, kebahagiaan itu dekat banget ya. Kita cuman perlu lebih terbuka dan menyeimbangkan pikiran, tubuh, plus berinteraksilah dengan orang-orang nyata. Let’s be happy forever folks  😀

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *