Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Konsultasi Dokter Kapan Saja via HaloDoc

Kemarin MedjaMakan nonton video yang dibuat oleh Microsoft tentang bayangan mereka akan rumah sakit di masa depan. Jadi dokter dan pasien terhubung melalui perangkat teknologi. Pasien bisa memperbaharui segala status kesehatannya melalui gawai yang langsung terkoneksi dengan gawai dokternya juga.

Bukan cuman itu, pasien yang dirawat di rumah sakit pun akan diingatkan untuk minum obat dengan perangkat canggih yang dipasang di meja samping tempat tidurnya. Angkat botol kapsul obat, langsung terlihat dosis minumnya berapa banyak. Dan begitu selesai diminum, di bawah botol obat ada semacam lingkaran berwarna yang akan menandai apakah obat itu sudah diminum atau belum. Kalau lingkarannya berwarna hijau, berarti aman obat itu sudah diminum.

Bahkan dokter juga kalau mau cari alat periksanya bisa langsung mengarahkan gawainya untuk mendeteksi alatnya ada di mana. Begitu ditempelkan ke bagian tubuh pasien yang akan diperiksa, maka hasilnya bisa dilihat langsung bersama pasien.

Keren ya. Dan tebak dong Microsoft akan merealisasikan itu semua kapan? 2025! Masih lama ya. Tapi jangan kuatir, kita di Indonesia ternyata langkahnya sudah mendekati itu. Karena sebentar lagi ada aplikasi yang mempermudah pasien dalam mengakses layanan kesehatan, namanya HaloDoc.

Adalah MHealth Tech yang punya aplikasinya yang sebelumnya sudah mengeluarkan Apotikantar.com dan PesanLab.com. Ide dasarnya dari siapa? Dari CEO-nya yang masih sangat muda, Jonathan Sudharta.

Jonathan pernah berhitung, pasien di kota besar memerlukan waktu yang cukup panjang agar bisa bertemu dokter untuk berkonsultasi. Urutannya begini, mulai dari berangkat dari rumah sudah langsung dihadang oleh kemacetan yang bisa memakan waktu 1-2 jam. Lalu mengantre untuk pendaftaran sekitar 30 menit sampai 1 jam. Konsultasi dengan dokter sekitar 15 menit, lalu kembali lagi mengantre untuk menunggu obat sekitar 30 menit sampai kemudian kembali ke rumah dengan segala kemacetan yang tak pernah kenal waktu.

“Saya pernah menghitungnya dengan detail, rata-rata semua itu memakan waktu 4-5 jam!” ucap Jonathan kepada rekan media dan blogger yang hadir pada diskusi Ngobras pada 8 April lalu.

Medja Makan sangat mengerti betul bagaimana hitung-hitungan Jonathan adalah kenyataan yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita. Tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah karena kemacetan sudah menjadi masalah sebagian besar penduduk Indonesia.

Padahal kalau kita sedang sakit, rasanya berat sekali untuk melangkah keluar kamar. Tapi tak ada pilihan, dokter harus ditemui meski itu berarti harus berjam-jam dihabiskan di jalan dan mengantre. Itulah kenapa Jonathan kemudian menghadirkan aplikasi HaloDoc.

Aplikasi ini akan membuat pasien bisa berkonsultasi dengan dokter kapan saja melalui gawai. Dan konsultasinya bukan berarti saling membalas pesan singkat, tapi dengan telepon menggunakan video. Jadi dokter bisa melihat langsung kondisi fisik pasien.

Dokter yang tergabung di HaloDoc ini ada berapa banyak? Jonathan menyebutkan ada sekitar 15 ribu dokter di seluruh Indonesia sudah tergabung di dalamnya. Ini karena sebelumnya, Jonathan dan timnya juga membuat satu aplikasi jejaring sosial LinkDokter. Aplikasi ini tempat berkumpulnya para dokter untuk saling berkomunikasi. Jadi meski berada di mana-mana, para dokter bisa saling terhubung.

Lalu konsultasinya bagaimana? Kita nanti bisa memilih spesialisasi dokter yang diinginkan, mulai dari dokter umum, penyakit dalam sampai anak. Lalu kita akan melihat dokter siapa saja yang sedang online atau daring sehingga kita bisa melakukan konsultasi via telepon bervideo.

Biayanya? Hitungannya per menit dan tarifnya sangat bervariasi, mulai dari 1.250 sampai 125.000 rupiah per menit. “Penentuan tarif ini adalah hak prerogatif dokter,” jelas Jonathan pada diskusi yang bertema Sumbangsih Pemuda Untuk Kesehatan Bangsa Melalui Teknologi.

Oke pertanyaan berikut ini pasti muncul di kepala kita, bayarnya bagaimana? Melalui payement gateway yang bisa dilakukan dengan kartu kredit atau melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Begitu saldo kita terisi, konsultasi dengan dokter favorit pun bisa dimulai. Dokter favorit? Yup Jonathan bilang, kita bahkan bisa meminta dokter yang sudah menjadi langganan kita untuk masuk ke dalam daftar dokter HaloDoc.

Meski sekarang aplikasinya masih dalam bentuk Beta, tapi aplikasi ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang mengalami banjir di Bandung. Pasca banjir masyarakat tentu berhadapan dengan berbagai masalah kesehatan tapi dokter di lapangan saat itu tidak banyak. Alhasil Jonathan dan timnya melakukan aksi sosial dengan menyediakan tiga buah gawai di puskesmas untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi dengan dokter secara gratis.

Sambil memutar video dokumentasinya, Jonathan menjelaskan bagaimana berbagai masalah kesehatan pasca banjir bisa tertangani. “Pasien ini berkomunikasi dengan dokter yang sedang ada di Kalimantan, dia mengeluh gatal-gatal pada kakinya. Dokter yang ikutan juga ada dari Cirebon dan kota lainnya.”

Hanya dengan memberi tiga buah gawai di puskesmas, konsultasi daring gratis itu pun langsung terasa manfaatnya dalam membantu masyarakat menemukan solusi atas masalah kesehatan yang dialaminya. “Secara resmi HaloDoc akan diluncurkan pada 21 April nanti,” ucap Jonathan antusias.

Dr. Irwan Heriyanto, MARS, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, Kota Bekasi,  Jonathan Sudharta, CEO MHealth Tech dan  Dra Vierra Adella, Psi, MPsi, Psikolog Universitas Atmajaya

Dr. Irwan Heriyanto, MARS, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, Kota Bekasi, Jonathan Sudharta, CEO MHealth Tech dan Dra Vierra Adella, Psi, MPsi, Psikolog Universitas Atmajaya

Urusan masalah kesehatan kuncinya memang penanganan yang cepat. Ini pula yang diamini oleh Dr. Irwan Heriyanto, MARS, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, Kota Bekasi. Karena menurut Irwan, semakin cepat tindakan pertolongan pertama dilakukan maka keberhasilan penanganannya semakin tinggi. Istilah ini disebut sebagai golden period penanganan penyakit.

Irwan yang sudah tergabung dalam LinkDokter dan HaloDoc ini kemudian menyontohkan, pada kasus tersiram air panas misalnya, jika kita bisa segera menemui dokter maka luka kulitnya bisa segera diatasi. Dengan adanya HaloDoc, keluarga yang menghubungi bisa mendapat instruksi langsung dari dokter tentang pertolongan pertama. Karena semakin lama tindakan penanganan tertunda, maka semakin dalam lapisan kulit yang terkena. “Ini baru satu kasus, belum kasus jantung, asma atau serangan stroke. Dengan aplikasi HaloDoc, quick respond dokter dalam memberikan pertolongan bisa diwujudkan,” paparnya.

Menyambut penjelasan Irwan, Jonathan kemudian menjelaskan HaloDoc juga terhubung dengan layanan Apotikantar.com. Jadi obatnya bisa langsung diantarkan dalam waktu kurang dari 1 jam dan pembayarannya bisa cash on delivery. Kalau dokter merasa pasien yang berkonsultasi perlu dirujuk ke dokter spesialis khusus, fasilitas LinkDokter yang terintegrasi pun akan memudahkan pasien dalam melanjutkan pengobatannya.

Adakah aplikasi sejenis di negara lain? Jonathan menyebutkan, kebanyakan aplikasi yang tersedia hanyalah pada pelayanan konsultasi daring. “Tapi belum ada yang satu ekosistem lengap seperti MHealth Tech yang menyediakan konsultasi dokter, pemesanan dan pengantaran obat, sampai pemeriksaan laboratorium ke rumah.”

Tapi akankah konsultasi daring ini akan memengaruhi hubungan kepercayaan antar pasien dengan dokter, karena dari yang biasanya bertatap muka dengan dokter digantikan hanya melalui gawai?

Menurut Psikolog Universitas Atmajaya, Dra Vierra Adella, Psi, MPsi, e-based counseling sudah menjadi kebutuhan di tengah masyarakat yang technology oriented. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, 60-70 persen penduduknya sudah melakukan konsultasi online.

Bagaimana dengan Indonesia? Masyarakat kita sedang menikmati segala kemudahan yang diberikan dari pertumbuhan teknologi yang begitu pesat. Dan gawai sudah menjadi salah satu kebutuhan dasar yang memfasilitasi kita untuk menemukan solusi dari segala permasalahan yang dihadapi. Tidak terkecuali pada hubungan pasien dan dokter.

“Sebagai profesi yang memberikan bantuan atau helping relation, kecanggihan teknologi menjadi akses untuk menjawab keluhan pasien. Dan kepercayaan itu justru terbangun ketika pasien merasa keluhannya terjawab,” papar Adella.

Jadi sudah siap untuk telepon bervideo dengan dokter? Bukan hanya dokter saja, karena ternyata Jonathan juga tengah mempersiapkan konsultasi daring dengan psikolog. Ah bukan hanya masalah fisik yang segera bisa dicurhatin tapi juga masalah hati. Selamat datang di era e-based counseling. 

 

 

 

2 Comments

  1. Rina

    Bagaimana caranya untuk mendaftarkan dokter langganan kita ke halodoc…?

    Reply
    1. Pelayan Medja Makan (Post author)

      Hi Rina,

      Makasih sudah mampir 😀 Untuk menambahkan dokter langganan, fiturnya masih dilengkapin memang. Jadi so far untuk nambahin dokter langganan ke halodoc bisa email ke sini help@halodoc.com nanti mereka akan mem-follow up.

      Makasih

      Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *