Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Yuhu Orang Sibuk Says Hi To Protein

Katanya salah satu ciri orang sibuk itu adalah jadwalnya padat merayap persis kondisi jalanan ibukota yang tidak pernah sepi. Nah ciri lain orang sibuk adalah suka makan makanan cepat saji demi mengejar agenda pertemuan berikutnya. Itu sebabnya banyak orang sibuk yang gampang sakit.

Padahal sekarang ini sakit itu jauh lebih mahal dari sehat. Coba hitung berapa banyak rupiah yang harus dirogoh ketika kita sakit flu saja? Bisa ratusan ribu melayang sekejap untuk beli obat-obatan padahal ngumpulinnya bikin lelah karena harus ngelewatin beragam jadwal padat.

Tenang jangan panik, MedjaMakan punya tips bagaimana menjaga imun tubuh sambil membentuk tubuh yang ideal. Kok tubuh ideal? Iya kan salah satu ciri orang sibuk juga ingin tampil ideal tanpa bikin kepala keriting karena memikirkan aturannya. Praktis tapi sehat, bisa kok. Makin ngga sabaran ya 😀

Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia) Prof. Hardinsyah, MS. PhD

Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia) Prof. Hardinsyah, MS. PhD

Jadi begini ceritanya, untuk membantu tubuh punya imunitas dan tubuh yang bagus, kita harus kenalan dengan protein. Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia) Prof. Hardinsyah, MS. PhD, dengan informatif menjelaskan, saat protein diserap tubuh maka ia akan membentuk hormon dan enzim dalam berbagai proses kimiawi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk pasukan imun.

“Plus karena tubuh mencerna protein secara perlahan maka perut kita tidak mudah lapar alias kenyangnya lebih lama,” ucap Prof. Hardinsyah pada acara Media Workshop Pentingnya Keseimbangan dan Kecukupan Asupan Protein Untuk Kesehatan Optimal Bersama Amway, 26 Mei lalu.

Bonus tambahannya, protein juga berfungsi untuk mengendalikan lemak dan kolesterol dalam tubuh. Tuh kan lihat deh kurang baik apa protein untuk tubuh kita.

Setelah tahu begitu banyak bonus menggiurkan yang diberikan protein ke tubuh, MedjaMakan jadi penasaran untuk cari tahu bagaimana protein terbentuk dalam tubuh? Berapa banyak asupan ideal protein untuk kita?

Untuk pertanyaan bagaimana protein terbentuk dalam tubuh, Hardinsyah menjelaskan, protein terdiri dari berbagai asam amino. Dimana asam amino ini terdiri dari dua jenis, asam amino esensial (AAE) dan asam amino tidak esensial. Apa bedanya? AAE tidak bisa diproduksi tubuh dan asam amino tidak esensial bisa diproduksi tubuh.

Meski tubuh kita bisa memproduksi asam amino tidak esensial tapi mutu proteinnya menjadi jelek jika tidak ada AAE. “Persis puzzle yang tidak akan pernah selesai karena kepingannya kurang alias bolong-bolong,” Hardinsyah memberikan analogi.

Itu kenapa kita perlu konsumsi beragam jenis makanan sumber protein demi memaksimalkan pembentukan protein berkualitas dalam tubuh. Tak hanya itu, salah satu sifat unik protein adalah nutrisi ini tak bisa dicadangkan dalam tubuh. Tidak seperti karbohidrat dan lemak yang bisa disimpan sebagai energi cadangan di dalam tubuh. Dan dengan antusias Hardisyah berkata, “Jadi, protein itu harus dikonsumsi setiap hari karena kalau tubuh kehabisan tidak ada stoknya!”

Ketika bicara soal harus dikonsumsi setiap hari, maka pertanyaan kedua pun minta dijawab, yaitu idealnya berapa banyak protein yang boleh kita konsumsi ? Hardinsyah kemudian memberikan rumus menghitungnya yaitu 1.1 – 2 gram protein/Kg berat badan per hari.

“Agar lebih mudah menghitungnya, secara rata-rata kita perlu 1.5 gram protein/Kg berat badan per hari.” Contohnya berat MedjaMakan saat ini adalah 55 kilogram, itu artinya asupan protein yang dibutuhkan setiap harinya adalah 82.5 gram.

Dan menariknya lagi, Prof. Hardinsyah kemudian memaparkan data Riskesdas 2010 yang mengungkapkan ada sebanyak 38.3 persen kelompok umur 19-55 tahun yang kekurangan asupan protein. Ayo loh kita ada dibagian kelompok umur itu kan?

Ternyata orang-orang produktif nan sibuk itu lebih banyak belanja pangan karbohidrat dan lemak ketimbang protein. Itu kenapa, pola penyakit semakin didominasi oleh penyakit tidak menular seperti stroke dan diabetes. Jika pada 2000 penyakit tidak menular ada 49 persen, sedangkan pada 2010 angkanya mencapai 58 persen.

Dengan kondisi asupan protein yang buruk, bukan hanya penyakit mudah datang tapi juga otak kita sulit fokus. Padahal orang super aktif bukan hanya perlu tenaga mengarungi kemacetan kota dengan lincah tapi juga perlu otak demi karir cemerlang dan ngewujudin mimpi menuh-menuhin instagram dengan foto jalan-jalan keliling dunia 😀

“Khusus untuk perempuan, kekurangan protein membuat rambut rontok, kuku dan kulit kusam.” Ucapan Hardinsyah ini langsung bikin MedjaMakan mikir, percuma aja kosmetik mahal kalau kulit kusam karena kurang protein.

Oke fix waktunya cari cara menyenangkan untuk mengonsumsi protein. Karena bagi orang sibuk, pola makan sehat bukan sekadar mengerti manfaat dan aturannya tapi juga harus dibuat seru! Ini penting demi membuat kebiasaan sehat menjadi gaya hidup yang menyenangkan.

Yang pasti konsumsi sumber protein seperti ikan, daging, kacang-kacangan, dan telur harus memenuhi standar hitung-hitungan di atas. Untuk memudahkan, Kementerian Kesehatan bahkan sudah menganjurkan untuk konsumsi protein 2-4 porsi setiap hari.  “Atau makanan yang mengandung 25-30 gram protein per kali makan, dapat membuat rasa kenyang yang lebih lama,” Hardinsyah menambahkan tipsnya.

4 Varian Rasa Nutrilite Hi Protein (Kiri ke kanan): Cokelat, Plain, Green Tea, Mix Berries

4 Varian Rasa Nutrilite Hi Protein (Kiri ke kanan): Cokelat, Plain, Green Tea, Mix Berries

 

Dan kacang kedelai adalah salah satu pilihannya. Tak hanya tinggi protein, kacang kedelai juga tinggi kalsium dan isoflavon. Lagi-lagi Hardinsyah menambahkan informasi penting dengan menyebutkan isoflavon adalah antioksidan yang cara kerjanya mirip dengan estrogen. “Ini penting untuk perempuan karena bisa memperlambat proses penuaan.”

Tapi tips konsumsi protein tak hanya diberikan Hardinsyah. Nutrilite Brand Manager, Maya Vianti Fibriani juga menawarkan solusi praktis. “Menjawab kondisi masih rendahnya konsumsi protein di Indonesia, maka Amway Indonesia menghadirkan Nutrilite Hi Protein.”

Maya menjelaskan, Nutrilite berbahan dasar kacang kedelai sehingga memiliki AAE yang lengkap. Nutrilite Hi Protein bebas laktosa sehingga lebih cepat diserap tubuh dan bebas kolesterol serta rendah lemak, jadi sangat aman untuk dikonsumsi berbagai usia, mulai dari 2 tahun hingga dewasa.

“Jadi ada tiga varian, yaitu plain, green tea, mix berries.” Bahkan untuk kalian orang sibuk yang juga vegetarian, Maya menyebutkan ada varian khusus yaitu plain. Dan dalam waktu dekat ini, Amway Indonesia akan mengeluarkan varian baru yaitu rasa cokelat. MedjaMakan sendiri sudah merasakan varian cokelat ini, rasanya cokelatnya enak dan yang penting ngga cepat bikin laper.

Yang bikin praktis, cara buatnya kita cukup ambil 2 sachet (20 gram) ke dalam 225 air, jus, atau susu. Takaran sajian ini akan menyumbang 16 gram protein ke dalam tubuh. Jadi bisa melengkapi total konsumsi protein kita dalam satu hari. Yuk ah jadi orang sibuk yang tidak kekurangan nutrisi protein, demi imun tubuh yang kuat, perut rata, dan kulit bercahaya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *