Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Trik Hadapi Gigi Sensitif Pasca Bleaching

gigi-putih_file-kecilSenyum putih menjadi incaran semua orang, karena geligi yang putih ternyata bisa meningkatkan kadar kebahagiaan seseorang. Ini disimpulkan dari penelitian yang dilakukan University of Manchester’s School of Dentisty. Apa kaitannya gigi putih dengan kebahagiaan?

Jadi dalam penelitiannya, University of Manchester’s School of Dentistry mengeksplorasi efek pemutihan gigi pada sisi emosional seseorang. Sebelum pemutihan gigi dilakukan, responden mengisi kuisioner untuk mengukur rentang kebahagiaan mereka saat itu. Dan 241 dari 343 responden merasa sedang tidak bahagia. Tapi setelah dilakukan pemutihan gigi, mereka semakin dipenuhi energi positif karena rasa percaya diri yang ikut meningkat. Buktinya 342 dari 343 merasa sangat bahagia setelah melakukan perawatan pemutihan gigi.

Apa kaitannya gigi yang putih dengan rasa bahagia? Ternyata secara persepsi penampilan, gigi putih tak hanya bicara soal kebersihan gigi tapi juga membuat aura wajah kita semakin ceria karena senyum yang putih bersih. Universitas Colombia di Amerika Serikat kemudian menyebutkan senyum dapat merangsang pengeluaran hormon endorfin dan serotonin. Ini adalah dua hormon penting untuk membuat hari kita selalu merasa bahagia!

Itu mengapa belakangan semakin banyak orang melakukan pemutihan gigi. Tapi sebenarnya bagaimana sih pemutihan gigi dari sisi kesehatan? Drg. Melissa Adiatman, PhD., dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia menjelaskan pemutihan gigi atau bleaching akan menggunakan bahan kimia yang konsentrasinya tinggi. “Biasanya dokter gigi akan menggunakan hidrogen peroksida 15-38 persen. Konsentrasi bahan kimia yang tinggi ini bisa menyebabkan gigi jadi sensitif setelah bleaching.”

Keluhan gigi sensitif pasca bleaching dialami oleh salah satu model Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 Miyola. “Kalau habis makan yang asam dan dingin, gigi langsung terasa ngilu,” cerita Miyola pada acara talkshow yang diadakan Systema. Mendengar curhatan Miyola, Melissa pun menekankan pentingnya perawatan gigi pasca bleaching. 

“Triknya, beberapa hari sebelum bleaching pakai pasta gigi pemutih. Lalu selama tiga bulan setelah bleaching juga menggunakan pasta gigi pemutih. Mengapa? Karena pasta gigi pemutih mengandung zat yang membuat permukaan gigi sedikit lebih kasar.” Trik ini bisa memperkecil kerusakan mineralisasi dan enamel gigi dari penggunaan bahan kimia konsentrat tinggi pada obat bleaching. 

MedjaMakan kemudian penasaran, memang apa bedanya pasta gigi pemutih dengan obat bleaching? Melissa menjelaskan pasta gigi yang mengandung pemutih hidrogen peroksidanya tidak tinggi sehingga proses perubahan warna giginya pun berjalan perlahan. Dan ini artinya efek samping dari gigi sensitif pun jauh lebih kecil ketimbang bleaching.  Bleaching itu biasanya dilakukan untuk estitika jadi pemutihannya pun dilakukan secara signifikan.”

Lalu siapa saja yang boleh melakukan bleaching ? “Siapa saja boleh,” jawab Mellisa sambil menyebutkan kondisi gigi yang sehat dan tidak berlubang juga jadi perhatian dokter gigi sebelum melakukan bleaching. “Biasanya kalau giginya ada tambalan, dokter akan memeriksa terlebih dahulu agar warna permukaan giginya tidak berbeda.”

Kalau begitu contoh pasta gigi pemutih yang dapat digunakan apa dong? Systema Sensitive Whitening dan Systema Pro Sensitive. International Marketing Division of Lion Corporation Takuya Fuji dan Senior Brand Manager Systema Monica Raharja menjelaskan, Systema Pro Sensitive untuk masalah gigi sensitif pada umumnya sedangkan Systema Sensitive Whitening dapat mengurangi noda pada gigi sensitif agar cerah dan putihnya gigi dapat terjaga.

“Systema Pro Sensitive sendiri memiliki tiga perlindungan untuk meredakan rasa ngilu seketika, memberikan perlindungan yang tahan lama dan mencegahnya datang kembali dengan perawatan menyeluruh, bukan hanya gigi tapi juga gusi,” pungkas Takuya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *