Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

Cara Fun Bakar Kalori : Melompat Di Atas Trampolin

Medja Makan Nyobain Langsung Lompat Di Atas Trampolin

Medja Makan Nyobain Langsung Lompat Di Atas Trampolin

 

Siapa di sini yang nggak bisa nolak kalau diajakin lompat-lompatan di atas kasur sama keponakan atau anak? Walaupun tahun lompat-lompatan di atas kasur pasti bikin berantakan dan berisiko untuk beli kasur baru, tapi rasanya melompat itu menjadi aktivitas yang direkam oleh kepala sebagai sesuatu yang menyenangkan alias fun. Jadi jangan heran kalau susah banget nolak ajakan untuk lompat-lompatan di atas kasur meski usia sudah masuk kategori dewasa kelas berat.

Tapi tahu nggak sih kalian kalau ternyata lompat-lompatan itu adalah salah satu kegiatan olahraga yang bisa menjaga tubuh kita tetap fit dan ideal. Bonusnya, kita bisa detoksifikasi hanya dengan melompat. Nah orang dewasa kalau mulai ngomongin fit, tubuh ideal dan detoksifikasi baru berasa deh umurnya udah berapa #eh.

Jadi begini ceritanya, 23 November kemarin, Medja Makan diundang oleh Forum Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat) untuk datang ke acara diskusi mereka yang judulnya Trampoline – Olahraga Masa Kini yang Menyenangkan, Banyak Manfaatnya dan Berkualitas. Pas baca undangannya, persepsi Medja Makan langsung, ini pasti ngebahas bagaimana trampoline yang lagi kekiniaan di antara anak-anak itu akan dikupas dari sisi manfaat olahraga. Eh berarti trampoline itu benaran masuk olahraga kan ya?

Dan setelah sampai di Scientia Square Park, Serpong, Ngobras sudah mendatangkan tiga pembicara sekaligus. Pertama ada dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Grace Tumbelaka, SpKO, Head of Coach and Trainer Jumped Trampoline Fit Club Chris Nata Kusuma dan CEO Manna Group Faiby J. Kartadinata.

Diskusinya menarik karena ternyata melompat di atas trampoline itu punya banyak manfaat. Bahkan pada penelitian yang dilakukan NASA terungkap kalau melompat di atas trampolin membakar kalori jauh lebih banyak ketimbang lari! Tak cuman itu, para astronot NASA sebelum meluncur ke angkasa mereka akan dilatih fisiknya salah satunya dengan melompat di atas trampolin. Karena ternyata melompat di atas trampolin masuk dalam pilihan olahraga yang dapat menguatkan musculoskeletal alias otot dan tulang. Ini penting buat para astronot karena ketika di luar angkasa, tak adanya gravitasi membuat mereka lebih cepat mengalami degenerasi otot dan deminiralisasi tulang jadi untuk menguatkannya mereka latihan lompat di atas trampolin dulu.

Oke Medja Makan semakin penasaran apa yang membuat melompat di atas trampolin ini bisa jadi salah satu pilihan olahraga? “Olahraga trampolin dengan gerakan melambung atau rebounding sederhana sudah memberikan efek kardio yang low impact. Artinya memberikan stres yang kecil terhadap persendian lutut sehingga mengurangi risiko cidera,” jawab dr. Grace.

Tapi namanya olahraga nggak bisa hanya lompat-lompat saja, harus berdampak langsung pada kebugaran. Karena menurut dokter Grace, olahraga yang baik itu dapat meningkatkan fungsi seluruh sel dalam tubuh yang kemudian mengoptimalkan aspek fungsi organ tubuh. “Misalnya, meningkatkan sirkulasi darah maupun limfatik, menyusutkan lemak adipose di rongga perut, meningkatkan kardiorespirasi, memperbaiki profil lipid, meningkatkan sensitifitas insulin dan sebagainya.”

Grace menyebutkan, secara umum olahraga trampolin bermanfaat untuk :

  1. Memperbaki sirkulasi baik sirkulasi pembuluh darah maupun jaringan limfatik sehingga dapat berdampak pada peningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan inflamasi dan detofikasi. Detoksidikasi adalah sistem pengeluaran racun dari tubuh. Organ yang berperan adalah hati, ginjal, kulit, dan kandung empedu. Dalam proses perjalanan proses detoksifikasi ini dibutuhkan sirkulasi pembluh darah maupun sistem limfatik yang baik.
  2. Sebagai antiaging
  3. Menurunan depresi dan meningkatkan fungsi kognitif
  4. Saat ini bahkan digunakan sebagai rehabilitasi cedera

Bahkan Grace menekankan kalau olahraga itu harus fun karena salah satu fungsinya adalah sebagai psychoactive drugs. “Olahraga harusnya meningkatkan hormon beta endorphin yang adalah hormon rasa bahagia dan meredam hormon-hormon pemicu stres.” Dan semua manfaat baik ini, Grace menambahkan, akan terasa kalau kita bisa menjalani latihan fisik secara teratur. Grace yang merupakan Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga ini menganjurkan idealnya latihan kardio atau aerobik dilakukan 150 menit per minggu.

dr. Grace Tumbelaka, SpKO., ikutan nyobain lompat-lompatan di atas trampolin

dr. Grace Tumbelaka, SpKO., ikutan nyobain lompat-lompatan di atas trampolin

Bicara soal pilihan olahraga kardio yang fun, Chris Nata Kusuma menjelaskan kalau melompat di atas trampolin yang dimiliki Jumped Trampoline Fit Club merupakan program olahraga. Jadi kita tidak sekadar lompat-lompatan, melainkan akan ada serangkaian gerakan yang dibuat untuk meningkatkan kebugaran tubuh.  Jumped Trampoline Fit Club juga sangat menekankan pada standar keamanan. Jadi trampolin yang digunakan berukuran standar internasional yaitu 2,35×2,35 meter dan digunakan 1 kotak hanya untuk 1 orang untuk meminimalisir cedera. Peserta akan menggunakan kaos kaki khusus yang juga bertujuan untuk menjaga keaman serta kenyamanan ketika berolahraga di atas trampolin.

“Ada program latihan khusus orang dewasa yang gerakannya mencakup streght, cardio, core, balance, and flexibility,” jelas Chris yang sudah menjadi pelatih olahraga selama kurang lebih 10 tahun ini. Untuk satu program latihan akan berlangsung selama 45 menit dan sudah termasuk pemanasan.

Adakah batasan berat badan maksimal untuk melompat di atas trampoline? Chris menyebutkan di Jumped Trampoline Fit Club batas maksimalnya ada 120 kg. “Sebenarnya trampolinenya bisa menyangga lebih dari berat itu, tapi dari sisi kesehatan orang dengan berat badan di atas 120 kg sangatlah tidak disarankan untuk melompat-lompat.” Dari sisi kesehatan olahraga Grace mengingatkan sebagiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan jantung, otot dan tulang sebelum menjalani program latihan agar manfaat melompat di atas trampolin bisa benar-benar dirasakan.

Bagaimana dengan batasan dari sisi usia? Chris menyarankan mulai dari usia 16 tahun bisa mengikuti olahraga ini. Tapi untuk usia lanjut, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan dulu sebelum menjalani programnya. Chris menyebutkan saat menjalani program latihan, peserta akan didampingi oleh pelatih profesional. Para pelatih mendapat pelatihan khusus dari Greg Roe dari Kanada yang merupakan pakar gimnastik dan aerobik internasional.

Jadi Jumped Trampoline Fit Club ini sudah dibuka apa belum sih? “Baru mulai dibuka untuk umum pada pertengahan Januari 2017 nanti di Scientia Park, Serpong,” jawab Faiby J. Kartadinata. Serunya lagi Jumped Trampoline Fit Club ini akan berada di luar ruangan jadi olahraga lompat-lompatnya sambil menikmati udara luar. “Jumped Trampoline Fit Club adalah trampolin outdoor pertama di Asia!” ucap Faiby antusias.

Siap-siap ya, pertengahan Januari nanti kita para orang dewasa nggak perlu malu-malu lagi untuk ikutan lompat-lompatan di atas trampolin. Ada bonus sehatnya lagi pas pulang dari latihan di Jumped Trampoline Fit Club.

 

2 Comments

  1. rio

    lompatnya hati2, klo ngak bi sa jatuh dan celaka. 😀

    Reply
    1. Pelayan Medja Makan (Post author)

      Ada trainer-nya kok jadi aman ;D

      Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *