Medja Makan

Sehat, Produktif dan Bahagia

H2 Tepung Kelapa, Solusi Gurih Untuk Penderita Diabetes


20180131_105114_edited

 

Makanan tinggi karbohidrat jadi momok bagi penderita diabetes. Salah memilih sumber karbohidrat bisa membuat gula dalam darah meroket hingga mengganggu metabolisme tubuh. Memang ada apa sih antara karbohidrat dengan diabetes? Jawabannya adalah, tubuh penderita diabetes tidak bisa memetabolisme karbohidrat dengan sempurna. Penyebabnya adalah insulin dalam tubuh penderita diabetes tidak diproduksi secara maksimal hingga ketika mereka mengonsumsi karbohidrat yang oleh tubuh diolah menjadi gula darah, insulin tidak dapat mengimbanginya hingga kadar gula darah pun menjadi tidak terkendali hingga memicu terjadinya penyakit degeneratif seperti diabetes.

Apakah kalau begini artinya penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi karbohidrat? Bukankah tubuh tetap butuh karbohidrat sebagai sumber kalori atau tenaga untuk beraktivitas? Jadi harusnya bagaimana dong…

Kuncinya adalah penderita diabetes harus cerdas memilih sumber karbohidrat yang akan dikonsumsi. Kuncinya. menurut dr. Cindyawati Pudjiadi Sp.GK, adalah memilih bahan pangan dengan indeks glikemik rendah karena mengurangi kecepatan naiknya gula darah. “Dengan begitu, tubuh diberi waktu untuk memprosesnya,” ucapnya di acara peluncuran tepung kelapa H2 Health and Happiness PT. Kalbe Farma, Tbk, pada 31 Januari kemarin.

dr. Cindy yang merupakan ahli gizi klinis itu kemudian menjelaskan ada tiga ketegori indeks glikemik (IG) pada makanan, yaitu IG rendah dengan nilai kurang dari 55, IG sedang dengan nilai 56-69 dan IG tinggi dengan nilai lebih dari 70. “Makanan dengan IG rendah membuat penderita diabetes kenyang lebih lama dan nilai kalorinya rendah.”

Cara mudah untuk mengetahui nilai IG di makanan adalah mengandung lebih banyak serat seperti nasi merah, buah dan sayur. Sedangkan ciri makanan dengan IG tinggi adalah lebih banyak gula ketimbang serat, contohnya nasi putih, gorengan, roti putih.

Ngomong-ngomong soal nasi putih, bukankah sebagian besar orang Indonesia paling doyan nasi putih ya? Adakah cara untuk menekan nilai IG nasi putih?

Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan Institut Pertanian Bogor Dr. Didah Nur Faridah bercerita, bersama timnya telah melakukan penelitian untuk mencegah serta mengendalikan kadar gula darah. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan tepung kelapa saat menanak nasi. “Pada prinsipnya nilai IG pada nasi putih itu sangat tinggi yaitu 70, tapi dengan penambahan tepung kelapa saat memasak ternyata bisa menekan angka IG-nya.”
20180131_120007

Didah memaparkan ketika 20 persen tepung kelapa dicampur ke dalam nasi putih, angka IGnya menjadi kategori sedang. Dan ketika tepung kelapanya ditambah 25 persen (47 gram tepung kelapa pada 185 gram beras putih atau setara dengan 6-7 sendok makan tepung kelapa pada 1 cup beras putih) maka angka IGnya menjadi 49 atau masuk dalam kategori IG rendah.

Memang apa yang dilakukan oleh tepung kelapa ketika bercampur dengan nasi putih? Didah menjawab, kandungan serat pada tepung kelapa adalah 22 persen. Alhasil ketika dicerna oleh tubuh, nasi yang sudah bercampur dengan tepung kelapa itu akan membuat penyerapan glukosa terjadi secara perlahan-lahan dan kadar gula darah pun semakin terkendali.

Tapi kalau kita mendengar tepung kelapa pasti secara refleks kita akan menghubungankan dengan santan. Apakah penambahan tepung kelapa pada proses menanak nasi tidak seperti memasukkan santan ke dalam nasi? Deputy Director Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk, FX Widiyatmo menjelaskan tepung kelapa ini bukanlah santan. Karena pada proses pembuatannya, tepung kelapa diambil dari ampas kelapa yang ternyata masih banyak mengandung serat.

“Produknya 100 persen berasal dari bahan lokal,” tegas Widi sambil menyebutkan Kalbe bekerja sama dengan perusahaan kelapa terbesar yang ada di Pulau Sambu, Riau. Daging kelapa yang segar dan matang dikupas, lalu dibuang kulitnya dan dilanjutkan dengan pencucia. Setelah itu digiling dan dikeringkan, hingga dikemas secara higienis.

Tidak hanya tinggi serat, tepung kelapa ini juga rendah kalori, tinggi protein dan gluten free. “Jadi manfaatnya tidak hanya bisa dinikmati oleh para penderita diabetes tapi juga untuk mereka yang ingin menjadikan pola makan sehat sebagai gaya hidup,” tambah Widi.

Lalu bagaimana rasanya makan nasi putih yang ditanak dengan tambahan tepung kelapa? Gurih-gurih sehat karena tekstur nasinya jadi lebih terasa berserat. Bahkan tepung kelapa ini tidak hanya bisa sebagai campuran nasi tapi juga untuk membuat kue dan roti.

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *