H2 Tepung Kelapa, Solusi Gurih Untuk Penderita Diabetes


20180131_105114_edited

 

Makanan tinggi karbohidrat jadi momok bagi penderita diabetes. Salah memilih sumber karbohidrat bisa membuat gula dalam darah meroket hingga mengganggu metabolisme tubuh. Memang ada apa sih antara karbohidrat dengan diabetes? Jawabannya adalah, tubuh penderita diabetes tidak bisa memetabolisme karbohidrat dengan sempurna. Penyebabnya adalah insulin dalam tubuh penderita diabetes tidak diproduksi secara maksimal hingga ketika mereka mengonsumsi karbohidrat yang oleh tubuh diolah menjadi gula darah, insulin tidak dapat mengimbanginya hingga kadar gula darah pun menjadi tidak terkendali hingga memicu terjadinya penyakit degeneratif seperti diabetes.

Apakah kalau begini artinya penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi karbohidrat? Bukankah tubuh tetap butuh karbohidrat sebagai sumber kalori atau tenaga untuk beraktivitas? Jadi harusnya bagaimana dong…

Kuncinya adalah penderita diabetes harus cerdas memilih sumber karbohidrat yang akan dikonsumsi. Kuncinya. menurut dr. Cindyawati Pudjiadi Sp.GK, adalah memilih bahan pangan dengan indeks glikemik rendah karena mengurangi kecepatan naiknya gula darah. “Dengan begitu, tubuh diberi waktu untuk memprosesnya,” ucapnya di acara peluncuran tepung kelapa H2 Health and Happiness PT. Kalbe Farma, Tbk, pada 31 Januari kemarin.

dr. Cindy yang merupakan ahli gizi klinis itu kemudian menjelaskan ada tiga ketegori indeks glikemik (IG) pada makanan, yaitu IG rendah dengan nilai kurang dari 55, IG sedang dengan nilai 56-69 dan IG tinggi dengan nilai lebih dari 70. “Makanan dengan IG rendah membuat penderita diabetes kenyang lebih lama dan nilai kalorinya rendah.”

Cara mudah untuk mengetahui nilai IG di makanan adalah mengandung lebih banyak serat seperti nasi merah, buah dan sayur. Sedangkan ciri makanan dengan IG tinggi adalah lebih banyak gula ketimbang serat, contohnya nasi putih, gorengan, roti putih.

Ngomong-ngomong soal nasi putih, bukankah sebagian besar orang Indonesia paling doyan nasi putih ya? Adakah cara untuk menekan nilai IG nasi putih?

Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan Institut Pertanian Bogor Dr. Didah Nur Faridah bercerita, bersama timnya telah melakukan penelitian untuk mencegah serta mengendalikan kadar gula darah. Salah satu caranya adalah dengan menambahkan tepung kelapa saat menanak nasi. “Pada prinsipnya nilai IG pada nasi putih itu sangat tinggi yaitu 70, tapi dengan penambahan tepung kelapa saat memasak ternyata bisa menekan angka IG-nya.”
20180131_120007

Didah memaparkan ketika 20 persen tepung kelapa dicampur ke dalam nasi putih, angka IGnya menjadi kategori sedang. Dan ketika tepung kelapanya ditambah 25 persen (47 gram tepung kelapa pada 185 gram beras putih atau setara dengan 6-7 sendok makan tepung kelapa pada 1 cup beras putih) maka angka IGnya menjadi 49 atau masuk dalam kategori IG rendah.

Memang apa yang dilakukan oleh tepung kelapa ketika bercampur dengan nasi putih? Didah menjawab, kandungan serat pada tepung kelapa adalah 22 persen. Alhasil ketika dicerna oleh tubuh, nasi yang sudah bercampur dengan tepung kelapa itu akan membuat penyerapan glukosa terjadi secara perlahan-lahan dan kadar gula darah pun semakin terkendali.

Tapi kalau kita mendengar tepung kelapa pasti secara refleks kita akan menghubungankan dengan santan. Apakah penambahan tepung kelapa pada proses menanak nasi tidak seperti memasukkan santan ke dalam nasi? Deputy Director Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk, FX Widiyatmo menjelaskan tepung kelapa ini bukanlah santan. Karena pada proses pembuatannya, tepung kelapa diambil dari ampas kelapa yang ternyata masih banyak mengandung serat.

“Produknya 100 persen berasal dari bahan lokal,” tegas Widi sambil menyebutkan Kalbe bekerja sama dengan perusahaan kelapa terbesar yang ada di Pulau Sambu, Riau. Daging kelapa yang segar dan matang dikupas, lalu dibuang kulitnya dan dilanjutkan dengan pencucia. Setelah itu digiling dan dikeringkan, hingga dikemas secara higienis.

Tidak hanya tinggi serat, tepung kelapa ini juga rendah kalori, tinggi protein dan gluten free. “Jadi manfaatnya tidak hanya bisa dinikmati oleh para penderita diabetes tapi juga untuk mereka yang ingin menjadikan pola makan sehat sebagai gaya hidup,” tambah Widi.

Lalu bagaimana rasanya makan nasi putih yang ditanak dengan tambahan tepung kelapa? Gurih-gurih sehat karena tekstur nasinya jadi lebih terasa berserat. Bahkan tepung kelapa ini tidak hanya bisa sebagai campuran nasi tapi juga untuk membuat kue dan roti.

 

 

 

 

 

Plus Minus Metode MPASI Baby Lead Weaning

bayi makan sendiriSetelah melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, kebutuhan nutrisi dan kalori bayi pun bertambah. Alhasil orangtua mulai mendampingi bayinya untuk memasuki fase pemberian makanan pendamping ASI alias MPASI.

Jika dulu metode MPASI yang dikenal diawali dengan pemberian makanan lembut atau puree nah belakangan ada metode baru yang tengah ramai diperbincangkan. Metode baru ini adalah baby lead weaning atau BLW. Yang menarik dari metode MPASI BLW ini adalah bayi langsung dikenalkan dengan makanan padat yang ukurannya sebesar genggaman bayi atau finger food dengan keleluasaan mereka untuk memilih serta menyuap sendiri dengan tangannya.

Saat Medja Makan pertama kali melihat metode ini di media sosial para public fiqure ke bayi-bayi mereka, pertanyaan pertama yang terlintas adalah seberapa siap sih pencernaan bayi-bayi ini menerima makanan padat tersebut? Apakah dampak positif maupun negatif dari penerapan metode MPASI ini pada fase pertumbuhannya?

Nah untungnya Senin (4/9) kemarin, Forum Ngobras menggelar diskusi tentang ini. Menariknya lagi, narasumber yang dihadirkan bukan hanya dari dokter anak saja tapi juga dari dokter gigi anak. Karena semenjak metode BLW ini ramai dibicarakan, jarang yang membahasnya dari sisi pertumbuhan gigi serta rahang anak. Makin nggak sabaran mau tahu hasil diskusinya ya, cus kita lanjut.

Yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Metode MPASI

Menurut Dr. Lucia Nauli Simbolon, SpA., ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua sebelum memilih metode MPASI mana yang akan dijalankan. Pertama pemberian MPASI tidak boleh terlambat atau terlalu cepat. “Harus tepat waktu. Artinya saat ASI eksklusif berakhir maka kebutuhan gizi anak tidak dapat dipenuhi hanya dengan ASI, makanya perlu mendapatkan makanan pendamping.”

Kedua, lanjut Lucia, metode MPASI yang diberikan harus dapat memeunuhi kebutuhan gizi serta nutrisi anak. Ini artinya dari sisi jumlah harus mencukupi dan dari variasi gizi harus mengandung energi, protein, makronutrien dan mikronutrien.

Sebenarnya ada ciri-ciri yang akan muncul untuk menandakan bayi kita sudah siap untuk MPASI. Lucia yang merupakan dokter spesialis anak di RSAB Harapan Kita ini pun menjabarkan ciri-cirinya yaitu kesiapan fisik dan psikologis bayi.

Untuk kesiapan fisik misalnya adalah si bayi sudah menunjukkan refleks ekstrusi atau memeletkan lidah yang sudah jauh berkurang. “Ini adalah tanda kalau bayi sudah mampu mengendalikan lidahnya untuk menelan makanan dengan baik.”Dan kesiapan fisik lainnya adalah bayi sudah mampu menegakkan kepala serta duduk tanpa atau hanya dengan sedikit bantuan.

Sedangkan dari sisi psikologis, Lucia menyebutkan adanya perpindahan dari reflektif ke imitatif (menirukan). Ini terlihat dari bayi yang sudah mulai bisa melakukan gerakan eksploratif dengan membuka mulut atau memajukan tubuh ke depan sebagai tanda dia mengenali rasa lapar, plus mengerti ketika sudah kenyang dengan menarik tubuhnya.

Setelah mengetahui ciri-ciri bayi yang sudah siap untuk MPASI maka timbullah pertanyaan berikutnya, metode apa yang terbaik?

Pada dasarnya Lucia memahami bahwa pemilihan metode MPASI adalah hak prerogratif orangtua, khususnya ibu. Tapi sebagai dokter anak, Lucia menyarankan untuk berpegang pada pedoman WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang mengawali MPASI dengan makanan yang bertekstur lembut. “Makanan lembut ini adalah makanan yang direbus kemudian disaring dan tidak terlalu encer.”

Menurut Lucia, MPASI yang disaring lebih baik dari yang diblender karena teksturnya masih terasa sehingga melatih bayi untuk mengenali makanan bertekstur. “Dan disamping itu makanan yang disaring hasilnya tidak begitu encer, tidak seperti makanan yang diblender. Mengapa encer tidaknya MPASI menjadi perhatian? Karena dengan begitu organ pencernaan bayi bisa menyerap nutrisi serta vitamin dari makanan lebih optimal.”

Baru setelah memasuki usia 9-10 bulan, tekstur makanan yang lembut itu bisa ditingkatkan dengan makanan yang ditumbuk kasar. Dan ketika usia 10-12 bulan teksturnya semakin kasar yaitu dengan makanan yang dicincang-cincang. Hingga saat memasuki usia 12 bulan ke atas, bayi kita sudah siap dengan makanan padat yang seperti dimakan orang dewasa.

Mengapa proses pengenalan makanan yang bertahap ini direkomendasikan oleh WHO dan ikatan dokter anak di Indonesia? “Karena metode MPASI ini sudah diteliti secara klinis sesuai dengan perkembangan fisik, oromotorik, kondisi saluran pencernaan dan juga emosi anak.”

Lalu bagaimana dengan metode BLW yang men-skip makanan lembut dan langsung memberikan makanan padat pada bayi? “Hal yang menjadi concern saya adalah pada kecukupan gizi serta nutrisi yang didapat anak ketika menjalani metode ini,” jawab Lucia.

Karena kalau kita lihat secara kasat mata, kebanyakan bayi-bayi yang mendapatkan finger food sejak dini yaitu di bawah delapan bulan, sebagian besar makanan yang diberikan akan terbuah atau dilepeh karena belum mampu mencacah makanan dengan sempurna. Jika sebagian besar makanan terbuang maka akan ada kemungkinan bayi tidak mendapatkan kecukupan nutrisi.

Kecenderungannya, bayi yang diberikan MPASI dengan BLW akan mengalami kekurangan zat besi. Padahal ini adalah salah satu nutrisi yang amat dibutuhkan pada proses tumbuh kembang anak.”

Makanan apa sajakah yang tinggi zat besi? Sumber makanan hewani seperti daging dan telur. “Sepertinya bayi yang kurang dari delapan bulan pasti kesulitan untuk mencacah makanan itu secara sempurna. Kalaupun ada yang tertelan, saluran pencernaanya pun belum siap untuk menyerap nutrisinya secara sempurna.”

Adakah yang bisa dilakukan untuk mengejar kecukupan zat besi pada bayi yang diberikan metode MPASI BLW? Lucia menyarankan untuk memberikan suplementasi zat besi agar proses tumbuh kembang bayi tetap berjalan optimal.

Pengaruh Metode MPASI BLW Terhadap Pertumbuhan Gigi Bayi

Medja Makan pun semakin penasaran untuk mencari tahu, sebenarnya adakah dampak negatif atau positif dari metode MPASI BLW dari sisi pertumbuhan anak secara jangka panjang? Lucia menjawab, meski sudah ada sejak 10-15 tahun lalu yang diplopori oleh Gill Rapley, tapi sampai saat ini belum ada penelitian yang dilakukan secara skala besar terkait tentang dampak serta manfaat dari metode MPASI BLW. Studi-studi yang ada masih sebatas observational dalam kelompok-kelompok kecil.

Bagaimana dari sisi pertumbuhan gigi dan rahang bayi, adakah manfaat yang bisa dirasakan dari pemberian finger food secara dini?

drg. Andria Diarti, SpKGA menjawab secara teori pemberian makanan bertekstur padat memang dapat merangsang pertumbuhan gigi karena menguatkan otot-otot pengunyahan serta menstimulai lengkung rahang untuk bertumbuh. “Dengan lekung gigi yang bertambah, tempat tumbuh gigi pun jadi lebar sehingga gigi jadi lebih mudah tumbuh.”

Andria kemudian memaparkan bagaimana mengunyah makanan padat bisa merangsang pertumbuhan gigi. Awalnya mahkota gigi akan terbentuk lalu diikuti dengan akar gigi. Pembentukan akar gigi akan mendorong gigi tumbuh menembus gusi dan ditambah ada tekanan darah di gusi, maka gigi pun tumbuh.

Tetapi sekali lagi, tetap harus diperhatikan kebutuhan nutrisinya agar gigi tumbuh optimal. Terutama untuk kebutuhan kalsifikasi makhota gigi yang membutuhkan zat gizi  terutama kalsium,” tegas Andria yang adalah dokter spesialis gigi anak di RS Jatinegara Premier ini.

Selain menggunakan makanan padat, gerakan mengunyah untuk menstimulasi pertumbuhan serta pembentukan rahang gigi juga bisa dilakukan dengan menggunakan teether. Atau bisa juga sesekali menjadikan potongan sayur kukus sebagai pengganti teether.

Tapi yang juga harus diingat, semakin dini anak mengunyah makanan padat maka artinya perawatan gigi pun semakin serius. Mengapa? Karena sebenarnya gerakan mengunyah juga membuat tulang gigi terkikis. Secara alami, proses penggantian lapisan tulang yang hilang itu bisa di-remodelling dengan bantuan air liur karena tinggi akan kalsium.

Bisa dibayangkan jika rangsangan pertumbuhan gigi menggunakan makanan padat dimulai sejak dini tapi tidak diikuti dengan kecukupan gizi yang maksimal, maka pertumbuhan gigi pun menjadi tidak sempurna.

Disamping itu men-skip pemberian makanan lunak pada proses pengenalan makanan pada bayi juga bisa berdampak pada artikulasi bicara di kemudian hari. Jika kita perhatikan, ketika masih mengonsumsi ASI, bayi masih belum terbiasa untuk memosisikan lidahnya di belakang rahang.

Lalu ketika lepas ASI eksklusif dengan lengkung rahang yang mulai terbentuk, bayi mulai terlatih untuk tidak memeletkan lidahnya. Pada tahap ini lidah bayi tengah belajar untuk melumat makanan, karena itu makanan lunak menjadi pilihan yang aman untuknya.

Proses mengenali makanan dari lunak menuju padat juga melatih bayi untuk meletakkan lidah di posisi yang tepat ketika berartikulasi. Jadi prosesnya tak hanya membuat pertumbuhan gigi serta rahang berjalan sempurna tapi juga memaksimalkan kemampuan anatomi mulut bayi untuk berbicara dengan artikulasi yang baik.

Cerdas Memilih Susu Pertumbuhan Anak

 

Foto: freedownload.com
Foto: freedownload.com

Belakangan pemerintah kembali menggalakkan kampanye 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dari kandungan. Dan yang menjadi fokus utama dari kampanye 1000 HPK itu adalah optimalisasi nutrisi karena itu di setiap tahapan tumbuh kembang, anak membutuhkan kalori yang cukup. Ini artinya orangtua tidak boleh sembarangan memberikan makanan pada bayi.

Kita tentu sepakat 0-6 bulan ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI memiliki komponen nutrisi terbaik untuk mendukung pertumbuhan bayi. Dan hebatnya seiring dengan perkembangan serta pertumbuhan bayi, komposisi ASI pun mengikuti kebutuhan. “Jadi ASI itu ada ASI pada masa awal, peralihan dan matang. Bahkan komposisi ASI pada siang dan malam saja berbeda karena menyesuaikan dengan kebutuhan bayi,” jelas Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K) yang menjadi pembicara di salah satu diskusi Forum Ngobras beberapa waktu lalu.

Ariani kemudian menggambarkan ASI sumber makanan bayi yang lengkap menyajikan appetizer, main course, sampai dessert. Maksudnya?

“Ibaratnya satu payudara itu, dari awal sampai akhir memberikan komposisi komplit. Di bagian awal, ASI lebih banyak mengandung protein, vitamin, mineral dan karbo. Sedangkan di bagian akhir lebih banyak mengandung lemak.”

Karena itu Ariani mengingatkan agar ketika menyusui harus dari awal sampai akhir di satu payudara agar bayi mendapatkan komponen makanan yang komplit. Jika “ritual makan” ini terputus-putus maka bisa dipastikan bayi tidak kenyang sempurna. “Di bagian akhir ASI lebih banyak mengandung lemak karena bayi membutuhkan itu untuk menaikkan berat badannya,” tambah Ariani yang berpraktek di RSAB Harapan Kita ini.

Tapi setelah lepas ASI, pemberian susu sebagai makanan tambahan boleh diberikan. Ariani menyebutkan susu sebagai makanan tambahan ini tidak hanya mendukung fase pertumbuhan anak tapi juga karena mengandung banyak mikronutrien penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Mikronutrien apa saja yang bisa didapatkan dari makanan tambahan itu? “Susu kaya akan kalsium, magnesium, selenium, riboflavin atau vitamin B2, vitamin B12 dan asam pantothenat atau vitamin B5,” jawab Ariani.

Apakah ini berarti anak-anak boleh minum susu sesuka hatinya? Tentu saja tidak. Karena orangtua harus memerhatikan jenis susu dan seberapa banyak takarannya. Lagi-lagi Ariani mengingatkan kalau masing-masing fase pertumbuhan anak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Panduan dari U.S. Department of Agriculture tahun 2010 tentang takaran minum susu adalah, untuk anak-anak di bawah usia 2 – 3 tahun, 2 gelas perhari, usia 4 – 8 tahun, cukup 2,5 gelas dan anak di atas 9 tahun bisa sampai 3 gelas sehari.

Tapi saat ini banyak sekali pilihan susu pertumbuhan yang tersedia di pasaran untuk anak-anak. Mulai dari susu segar, susu steril, susu pasteurisasi, susu UHT, susu bubuk dan susu kental manis. Apa sajakah kekurangan dan kelebihan dari masing-masing susu ini jika dijadikan makanan tambahan yang dapat mendukung tumbuh kembang anak?

Ariani menjelaskan untuk susu segar, ini tidak dianjurkan diberikan kepada anak. Mengapa? Karena susu segar tidak melalui proses sterilisasi. Sehingga kalau hewannya sakit sangat berpotensi menyebarkan penyakit pada orang yang mengonsumsi susunya.  “Yang juga menjadi pertimbangan adalah susu segar tidak mengandung zat besi dan asam folat yang cukup.”

Padahal, lanjut Ariani, zat besi serta asam folat sangat penting untuk pembentukan sel darah merah, pembentukan DNA. “Anak ASI pun diberikan suplemen zat besi agar perkembangan otaknya baik, jadi susu segar sebaiknya tidak diberikan kepada anak karena zat besinya rendah.”

Sementara itu dari sisi teknologi pangan, DR. Ir. Dede R. Adawiyah dari Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor menjelaskan, susu segar memiliki kadar air yang sangat tinggi sehingga sangat mudah rusak. Daya simpannya hanya kurang dari 1 hari pada suhu ruang. “Karena itu susu segar sangat berisiko jika diberikan pada anak apalagi bayi.”

Risiko lain yang juga sering muncul pada anak yang mengonsumsi susu segar menurut Ariani adalah adanya darah dalam tinja anak. “Meski tidak selalu kelihatan tinjanya berdarah tapi sering kali ditemukan adanya microbleeding. Jadi secara kasat mata tinja anak tidak terlihat berdarah namun saat diperiksa di laboratorium ternyata ada sel-sel darah merahnya.”

Karena itu sebaiknya pilihlah susu pertumbuhan yang sudah menjalani proses sterilisasi. Susu pasteurisasi, steril, dan UHT adalah varian susu yang melalui proses pemanasan untuk sterlisasi. Hanya saja menurut Dede, suhu dan durasi pemanasan yang digunakan masing-masing susu berbeda-beda.

Susu pasteurisasi misalnya, dipanaskan pada suhu 72 derajat Celcius selama 15 detik, sedangkan susu steril pemanasannya 100 derajat Celcius selama 30 menit, dan susu UHT pemanasannya mencapai 135-140 derajat dengan durasi 2-4 detik karena metode high temperature short time (HTST).

Pada susu pasteurisasi, bakteri patogen yang ditargetkan memang mati tapi beberapa bakteri pembusuk masih ada. Karena itu harus ditambah usaha pengawetan yaitu dengan menyimpannya di suhu dingin. Kalau sudah dibuka kemasannya sebisa mungkin harus langsung dihabiskan.

Untuk susu steril, Dede menjelaskan, pengemasannya pasti menggunakan kaleng. Karena prosesnya, susu dimasukkan ke kaleng lalu dipanaskan. Pengolahannya berbeda dengan susu UHT yang baik susu maupun kemasannya dipanaskan secara terpisah. Lalu dipertemukan dalam ruang steril untuk memasukkan susu ke dalam kemasan. “Dengan pemanasan bersuhu tinggi namun dengan waktu yang pendek, diharapkan mampu mempertahankan komponen nutrisi yang ada. Plus susu UHT biasanya punya masa waktu penyimpanan yang lebih lama meski disimpan tanpa pendingin,” papar Dede yang merupakan dosen di IPB ini.

Tapi selain susu berbentuk cair itu ada juga susu bubuk berfortivikasi dan susu kental manis, bisakah keduanya masuk sebagai susu pertumbuhan anak ?

Dari sisi pemakaian maupun industri, Dede menjelaskan susu buku lebih mudah diaplikasikan serta aman. Susu bubuk diproduksi dengan cara menghilangkan hampir semua air dari susu segar yang sudah disterilisasi dengan metode pengering semprot hingga menjadi bubuk. Setelah itu susu bubuk bisa difortifikasi atau ditambahkan gizi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan anak. Kelebihan lainnya, karena kandungan airnya sudah dihilangkan maka masa simpan susu bubuk jauh lebih lama. “Satu lagi, untuk susu pertumbuhan anak, umumnya prosedur pembuatannya memiliki standar keamanan yang sangat ketat,” jelas Dede.

Karena bisa ditambah dengan gizi maka untuk bayi-bayi dengan kebutuhan khusus, seperti bayi yang alergi atau bayi prematur biasanya variannya dibuat dalam bentuk susu formula bubuk. “Bayi prematur membutuhkan susu khusus yaitu susu dengan komponen lebih sederhana sehingga mudah diserap, namun umumnya mengandung kalori lebih tinggi untuk mengejar kenaikan berat badan. Ada lagi susu formula khusus bebas laktosa, untuk anak yang alergi laktosa, atau susu formula terhidrolisa untuk anak yang alergi susu sapi.” Demikian Ariani menambahkan.

Sedangkan untuk susu kental manis atau susu evaporasi, baik Ariani maupun Dede sepakat kalau itu bukanlah susu pertumbuhan anak. Jika dilihat dari proses pembuatan, Dede memaparkan susu kental manis dibuat dari susu biasa yang diuapkan sampai menjadi padat. “Penambahan gulanya bisa 40 persen, bahkan ada yang sampai 50 persen,” tegas Dede.

Kenapa mengantikan kadar air yang tervaporasi dengan gula? “Gulanya harus sukrosa karena kalau tidak dia tidak akan mengental,” jawab Dede sambil menyebutkan meski sekarang ada varian baru dari susu kental manis yang low calorie sugar tapi pada prosesnya pasti menggunakan bahan tertentu untuk mengentalkan. “Kalau untuk anak tidak baik karena gulanya terlalu tinggi. Plus gula yang tinggi itu juga bersifat sebagai pengawet meski tidak melalui proses sterilisasi tapi masa simpannya bisa lebih lama.”

Melengkapi penjelasan Dede, Ariani kembali mengingatkan salah satu program pemerintah yang menekankan pada pengurangan konsumsi gula pada anak. Gula lebih berbahaya daripada lemak untuk konsumsi anak-anak. Dalam jangka panjang, gula punya efek yang sangat jahat. “Menganggu berbagai gangguan seperti kegemukan dan diabetes.”

Jika dilihat secara fungsi, susu kental manis atau susu evaporasi sebenarnya diperuntukkan untuk tambahan makanan dan bukan untuk anak-anak. Ariani pun menegaskan, ASI tetap makanan terbaik untuk bayi sampai usia 6 bulan. Setelah usia 6 bulan, bayi harus diberikan MPASI untuk mengimbangi kandungan gizi pada ASI yang mulai berkurang, seperti zat besi dan seng. Dan pilihlah jenis susu yang zat gizinya sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan anak

 

Perempuan, Sudahkah Anda Vaksinasi dan Deteksi Dini Kanker Serviks?

vaksinMeninggalnya Julia Perez karena kanker serviks membuat banyak orang membicarakan tentang penyakit yang merenggut banyak nyawa perempuan di Indonesia ini.  Data Globocan yang dirilis WHO/ICO Information Center on HPV and Cervical Cancer 2012 menyebutkan setiap jamnya ada 1 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks. Bahkan diprediksi ada 58 kasus kanker serviks baru ditemukan setiap harinya.

“Perempuan Indonesia saat ini sedang dalam situasi genting terkena kanker serviks. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi melalui skrining dan vaksinasi lebih baik dilakukan sejak dini daripada pengobatan,” ujar Prof. dr. Andrijono SpOG (K), salah satu inisiator program Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) melalui rilis yang diterima Medja Makan.

Yup betul sekali, kanker yang mematikan ini bisa dicegah sejak dini! Ini juga yang ditekankan Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia, Provinsi DKI Jakarta Dr. Venita. “Kanker serviks bisa dicegah sejak remaja dengan vaksinasi.”

Vaksin HPV terbukti efektivitas dan keamanannya mampu mencegah kejadian kanker serviks sampai 90 persen! Itu mengapa vaksinasi HPV jauh lebih efektif dibandingkan dengan skrining dalam mencegah terjadinya kanker serviks.

Pemerintah sendiri sudah memulai pilot project vaksinasi HPV gratis karena menyadari betapa tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker serviks. Vaksinasi HPV gratis sudah dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dan segera menyusul kota lain Yogyakarta, Surabaya, dan Manado. “Kematian Jupe sangat bisa jadi momentum untuk mendorong program nasional vaksin HPV sebagai salah satu cara paling efektif mencegah kanker serviks,” tegas Prof. Andrijono yang juga Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).

Selain vaksinasi, skrining atau deteksi dini kanker serviks juga bisa dilakukan oleh perempuan yang sudah aktif secara seksual. Untuk deteksi dini pilihannya bisa tes IVA, pap smear dan HPV DNA test. Kementrian Kesehatan RI melalui rilisnya bahkan menyebutkan lebih dari 3,700 Puskesmas di seluruh Indonesia telah dilatih untuk melayani deteksi dini kanker serviks menggunakan metode IVA test. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Drg. Oscar Primadi, MPH, menegaskan IVA test di Puskesmas telah masuk dalam pembiayaan JKN yang dikelola BPJS Kesehatan.

Pilihan Deteksi Dini Kanker Serviks Untuk Perempuan

Lalu apa bedanya IVA, pap smear dan HPV DNA testMedja Makan akan bahas satu per satu.

IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah pemeriksaan mulut rahim atau serviks dengan menggunakan asam cuka. Dokter atau bidan akan menggunakan alat bantuan spekulum atau cocor bebek yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menampakkan mulut rahim atau serviks. Lalu setelah itu serviks ditetesi dengan asam cuka untuk melihat apakah ada kelainan yang ditandai dengan perubahan warna. Kalau muncul warna putih pada area serviks maka ini mengindikasikan adanya kelainan yang harus ditangani. Tesnya sendiri berlangsung cepat yaitu 3-8 menit dan tanpa rasa sakit.

Bagaimana dengan pap smear? Pemeriksaan ini memiliki kesamaan dengan IVA yaitu menggunakan alat bantuan spekulum untuk menampakkan serviks. Bedanya, dokter akan menggunakan alat tambahan yaitu sikat kecil halus. Sikat halus inilah yang diusapkan ke mulut serta sedikit leher rahim lalu dipulas ke kaca objek lalu dibawa ke laboratorium untuk ditelaah lebih detail. Di laboratorium kaca objek akan ditetesi pewarnaan khusus dan diamati di bawah mikroskop untuk menemukan apakah ada sel-sel epitel mulut rahim yang mengalami perubahan tidak normal.

Sedangkan HPV DNA adalah pemeriksaan biomolekuler untuk mendeteksi ada atau tidaknya DNA dari HPV. Pemeriksaan awalnya sama yaitu dengan mengambil lendir dari serviks seperti pap smear. Hanya bedanya pada tes HPV DNA, lendir dari serviks akan diberi cairan fiksasi untuk menemukan ada atau tidaknya virus HPV.  Jika pada pap smear pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap tahun maka pada HPV DNA bisa dilakukan tiga tahun sekali. Hanya saja biaya pemeriksaan HPV DNA sedikit lebih mahal dibanding pap smear. Pemeriksaan pap smear berkisar Rp 300 – 500 ribu sedangkan HPV DNA bisa di atas Rp 1 juta.

Tapi sebenarnya kanker serviks termasuk jenis kanker yang sangat bisa dihindari. Tak hanya pilihan deteksi dini yang yang beragam namun juga hanya kanker servikslah satu-satunya kanker yang ada vaksinnya. Maka sangat penting bagi anak perempuan dan perempuan dewasa untuk menghindarkan dirinya dari risiko terkena kanker serviks dengan vaksinasi dan rutin deteksi dini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Enak Makan Buah dan Sayur

vegie fruit_2

Siapa diantara penikmat Medja Makan yang suka banget sama buah dan sayur? Saya termasuk yang beruntung karena sejak kecil dibiasakan buah dan sayur setiap hari. Akhirnya sampai segede ini, yang dimakan pertama kali sebelum sarapan komplit adalah sayur dan segelas jus sebelum tidur.

Soal sarapan komplit, dulu waktu masih piyik, mama selalu menyediakan makanan berat sebagai menu sarapan. Ada nasi, lauk, dan sayur. Iya kata Mama, nggak boleh keluar rumah kalau belum sarapan dengan menu sekomplit itu. Hebat memang si Mama, bangun harus super pagi biar semua ready.

Nah setelah sebesar ini, saya sedikit memodifikasi kebiasaan menu sarapan komplit itu. Yaitu dengan makan semangkuk sayur dulu, baru 30 menit kemudian makan nasi pakai lauk. Kenapa? Karena sering sekali dengar di acara diskusi kesehatan, kalau makan sayur sebelum menikmati makanan komplit bisa menahan diri untuk tidak menyendok nasi berlebihan. Harapannya perut bisa selalu rata dengan trik ini hihihi.

Makan sayur dan buah bisa dibilang sangat mudah dilakukan kalau di rumah, apalagi kalau di rumah Mama. Karena beliau sadar betul akan pentingnya konsumsi buah dan sayur buat tubuh. Si Mama kalau just buah, seringnya mengombinasikan dua buah sekaligus dan tanpa gula. Jadi saya lebih terbiasa minum jus buah yang rasa manisnya alami didapat dari buahnya. Makanya setiap kali beli jus buah di luar dan dapat yang manisnya lebay, langsung geli sendiri dan butuh perjuangan buat ngabisinnya karena kemanisan.

Kalau diamati memang belakangan minuman sehat seperti jus buah dan sayur mudah untuk di pusat perbelanjaan kota-kota besar. Tapi menurut Sakri Sab’atmaja, SKM, MSi, Kepala Subdit, Advokasi Kementerian Kesehatan RI, konsumsi buah dan sayur masih terbilang minim sekali. Riset Kesehatan Dasar pada 2013 menyebutkan hanya 5 persen orang Indonesia yang rutin makan buah dan sayur setiap hari. “Kalau ada sayur dan buah baru dikonsumsi, tapi kalau tidak ada ya tidak dicari,” tegas Sakri pada acara diskusi yang digelar PT Kalbe Farma, Tbk, pada 6 Mei lalu.

Kurangnya konsumsi buah dan sayur disebut Sakri menjadi salah satu penyebab mengapa penyebab kematian tertinggi adalah karena penyakit tidak menular seperti jantung, diabetes, dan stroke. “Dulu, sekitar 10 tahun yang lalu, penyebab kematian tertinggi karena penyakit menular, sekarang ada pergeseran yang selain karena masyarakat kita semakin malas berolahraga ditambah pola makan buah dan sayur yang kurang. Alhasil lebih banyak penyakit tidak menular akibat gaya hidup tidak sehat yang membuat orang-orang Indonesia banyak sakit bahkan sampai meninggal,” jelas Sakri dengan mendetail.

Memang bagaimana buah dan sayur dapat mendukung status kesehatan kita? dr. Rida Noor, spesialis gizi klinik dari RSCM menjelaskan kalau buah dan sayur itu adalah sumber vitamin yang amat diperlukan tubuh. “Karena tubuh kita tidak bisa memproduksi vitamin sendiri maka asupan buah dan sayur menjadi sangat penting bagi tubuh.”

Dari kiri ke kanan: Arwin Hutasoit Group Brand Manager Kalbe Beverage, Adelia Pramasita Brand Manager Juice Kategory Kalbe , dr. Rida Noor Sp. GK dan  Sakri Sab’atmaja, SKM, Msi., Kepala Subdit, Advokasi Kemitraan Kementerian Kesehatan RI
Dari kiri ke kanan: Arwin Hutasoit Group Brand Manager Kalbe Beverage, Adelia Pramasita Brand Manager Juice Kategory Kalbe , dr. Rida Noor Sp. GK dan Sakri Sab’atmaja, SKM, Msi., Kepala Subdit, Advokasi Kemitraan Kementerian Kesehatan RI

Di diskusi yang bertajuk “Ibu Cerdas, Pastikan Asupan Serat untuk Keluarga” ini, Rida kemudian menggambarkan apa yang terjadi pada tubuh kita saat buah dan sayur dikonsumsi. Begitu kita mengunyah buah dan sayur di mulut, ini sudah menjadi tanda bagi otak untuk memerintahkan usus mengeluarkan enzim-enzim pencernaan. Begitu sampai di usus, enzim-enzim pencernaan akan membantu tubuh menyerap segala manfaat vitamin dan mineral dari buah dan sayur. “Tak hanya itu, buah dan sayur yang kaya serat ini juga akan membantu mengikat kolesterol dan zat yang diinginkan tubuh untuk dikeluarkan bersama ampas makanan.”

Tapi khasiat buah dan sayur tidak berhenti sampai di sana. Selain bisa membuat perut lebih rata karena kolesterolnya diikat habis-habisan oleh serat, vitamin serta mineral yang ada dalam buah dan sayur juga bisa membuat kulit kita semakin sehat. “Vitamin A dan C misalnya, keduanya berfungsi untuk menstimulasi produksi kolagen yang menjaga elastisitas kulit.”

Ujung-ujungnya kita bisa tampil semakin cantik! Tubuh sehat dengan bonus perut rata dan kulit tidak cepat keriput, hanya dengan konsumsi buah dan sayur yang cukup, siapa yang nggak mau coba? Semakin semangat dong untuk rajin makan buah dan sayur minimal 5 porsi sehari.

Buat saya kebiasaan serta kesadaran makan buah dan sayur sudah terbentuk dengan baik, tapi kendala muncul ketika pergi liburan. Saat liburan sebagian besar dari kita jarang pasti memasukkan buah apalagi sayur dalam barang yang wajib dibawa. Selain karena ribet bawanya, buah dan sayur juga cenderung tidak tahan lama.

Padahal liburan adalah masa-masa paling merdeka untuk makan apa saja alias berburu kuliner khas dari tempat yang kita kunjungi. Apalagi nanti saat penikmat Medja Makan mudik lebaran, makanan-makanan bersantan dan berlemak itu kan hanya keluar saat hari raya saja, masa iya nggak dinikmatin sama sekali?

vegie fruitKemarin-kemairn sih saya belum punya solusi sama sekali biar asupan buah dan sayur tetap maksimal meski lagi liburan. Tapi pas datang ke diskusi Kalbe Farma ini, saya jadi punya ide sehat yang adalah minuman buah dan sayur enak. Iya ternyata ada kok cara #enaktapisehat ketika menghabiskan liburan yaitu dengan memasukkan Vegie Fruit Premium dalam koper atau tas ransel.

Saat ini baru ada satu rasa dari #vegiefruitpremium yaitu Carrot Squeeze. Adelia Pramasita, Brand Manager Juice Kategory PT. Kalbe Farma, Tbk, menjelaskan varian rasa ini adalah gabungan dari sari sayur wortel dan sari buah jeruk serta nanas.

Wortel dijadiin minuman sehat, apa rasanya nggak “ajaib”? Ternyata rasanya segar banget dan rasa langu yang khas dari wortelnya nggak kerasa sama sekali. Uniknya lagi varian Carrot Squeeze ini adalah hasil dari riset langsung ke para penjual jus di pusat perbelanjaan. “Ternyata kombinasi wortel dengan jeruk itu paling banyak disukai oleh pembeli jus di mall-mall dan kami tambahkan nanas untuk membuat rasanya semakin segar,” jelas Adelia.

Bukan hanya jago mengambil sari buah dan sayur, kelebihan Vegie Fruit Premium adalah tanpa bahan pengawet, tanpa pemanis buatan, dan tanpa pewarna buatan. Jadi seluruh rasa dan kesegarannya bersumber dari sari buah serta sayur asli. Tapi apa mungkin minuman kemasan tanpa bahan pengawet? Lagi-lagi Adelia menjawab kekuatiran para mama-mama blogger yang hadir di diskusi hari itu. “Teknologi UHT yang digunakan menjamin sari buah dan sayur tetap segar dan tahan lama.”

Berhubung saya mau banget membawa minuman sehat ini saat liburan, maka bertanyalah saya kepada Adelia tentang cara penyimpanannya. “Selama botol Vegie Fruit Premium masih tersegel baik maka tetap aman untuk dikonsumsi. Tapi kalau sudah dibuka kemasannya, sebaiknya untuk segera dihabiskan. Karena kita sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet jadi kalau lebih dari sehari setelah segel terbuka baru dihabiskan, takutnya akan ada perubahan kualitas rasa dari sari buah dan sayur yang ada di dalamnya.”

Dari tadi disebutkan kalau Vegie Fruit Premium ini adalah minuman sari buah dan sayur, memang apa bedanya dengan minuman lain yang juga menggunakan bahan yang sama? Jadi menurut Adelia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ada 4 kategori minuman, yaitu : Minuman rasa buah yang hanya memasukkan rasa buah ke dalam minumannya. Lalu ada juga minuman buah yang hanya menggunakan 50 persen buah. Berbeda dengan minuman buah, minuman sari buah menggunakan 80 persen buah sebagai bahan utama dengan ditambah air. Dan terakhir, adalah minuman buah asli yang bahannya 100 persen buah asli tanpa tambahan bahan air bahkan air.

Bagaimana mencirikan keempat minuman tersebut? “Biasanya akan tertulis di kemasannya apakah minuman itu sari buah atau rasa buah saja.” Kalau begitu berapa harga yang dibandrol Kalbe untuk Vegie Fruit Premium ini? Adelia menyebutkan harganya berkisar Rp 8.000 – 9.000. “Vegie Fruit Premium terbilang sangat terjangkau dibanding produk minuman kategori sari buah lainnya.”

Wah semakin semangat untuk bawa Vegie Fruit Premium ke mana-mana apalagi pas liburan kan? Karena dalam liburan yang seru perlu tubuh yang fit, segar dan kulit selalu kinclong karena itu asupan buah dan sayurnya kudu maksimal. Tapi tenang Vegie Fruit Premium bisa jadi cara enak tapi sehat untuk mewujudkan itu semua. Selamat persiapan mudik dan liburan penikmat Medja Makan, salam #enaktapisehat #itsdeleasyousveggie

vegie fruit premium

 

 

 

Mengapa Anak Lelaki Tak Kenal Rasa Takut?

compile artikel nakita
Mengapa Anak Lelaki Tak Kenal Rasa Takut?

Modal pertama yang harus dimiliki orangtua ketika mengasuh anak laki-laki adalah menyadari bahwa mereka memiliki sifat-sifat khas. Bagaimana peran ayah dalam menumbuhkan sifat khas laki-laki

Mama, apa yang terlintas di kepala ketika kita menggambarkan gaya bermain anak laki-laki? Mungkin sebagian dari kita akan menjawab kalau anak laki-laki itu terlalu energik alias tidak mau diam, dari melempar-lempar mainan, lari-larian, sampai lompat-lompatan. Alhasil tidak jarang juga kita bertanya, kenapa sih anak laki-laki energinya selalu berlebihan?

Psikolog Klinis Anak dari Universitas Tarumanegara Naomi Soetikno, M.Pd, Psi., menjawab bahwa anak laki-laki cenderung energik karena faktor hormonal. “Anak laki-laki memiliki hormon testosteron dan androgen lebih banyak dari anak perempuan, inilah yang membuat mereka lebih energik.”

Salah satu fungsi hormon androgen dalam tubuh adalah membawa energi. Anak perempuan juga memiliki hormon androgen tapi kadarnya tidak sebanyak anak laki-laki. Pengaruh hormon androgen ini menurut Naomi, sudah terlihat dari mereka (anak laki-laki) masih bayi. Biasanya bayi laki-laki akan lebih aktif dan motorik kasarnya berkembang lebih dominan. Itu mengapa mereka jadi lebih cepat merangkak dan jalan.

“Sedangkan pada bayi perempuan, yang lebih dominan motorik halus dan bersifat sosial sehingga biasanya jadi lebih cepat bicara ketimbang jalan.”

Uniknya lagi pengaruh hormonal juga membuat anak laki-laki memiliki minat pada material ketika mengeksplorasi sekelilingnya. “Itu mengapa anak laki-laki lebih tertarik pada mobil-mobilan dan robot-robotan ketimbang boneka,” tambahnya.

Apa yang dijelaskan Naomi sejalan dengan hasil kesimpulan psikologi anak Lisa Serbin dan timnya dari Concordia Unviersity, Montreal, Quebec. Dalam risetnya yang berjudul “Gender Stereotyping in Infancy: Visual preferences for and Knowledge of Gender-Stereotyped Toys in the Second Year” (International Journal of Behavioral Development, 25:7-15,2001), Lisa mengobservasi 77 anak laki-laki dan perempuan usia 18 bulan.

Anak-anak tersebut, khususnya anak laki-laki, tidak tahu apa jenis kelamin mereka bahkan ketika para psikolog berusaha menjelaskan menggunakan tes nonverbal paling sederhana. Namun ketika diberi pilihan mainan antara boneka atau mobil truk, anak-anak tersebut dengan tepat memilih mainan sesuai jenis kelaminya. Anak laki-laki cenderung memilih mobil truk ketimbang boneka, sedangkan anak perempuan memilih boneka daripada mobil truk.

Cara anak laki-laki memainkan benda-benda itu pun menurut Naomi sangat dipengaruhi oleh hormonalnya. Karena mereka punya energi yang lebih banyak, alhasil eksplorasinya pun terkesan merusak seperti membanting-banting. Padahal sebenarnya dia sedang mengeksplorasi lingkungannya dan itu jadi satu kenikmatan tersendiri buat mereka. Apakah ini artinya orang tua membiarkan cara bermain mereka yang begitu karena merupakan panggilan alamiah anak laki-laki?

Tentunya, tidak harus begitu. “Pancing energi eksplorasinya agar lebih terarah,” jawab Naomi yang juga berpraktek di RS Omni Pulomas ini.

Ketika anak menarik-narik pintu mobil-mobilannya, orangtua bisa mengarahkan energinya yang berlebihan itu dengan menjelaskan fungsi dari pintu mobil. Alhasil eksplorasi anak laki-laki semakin luas dan tidak terkesan hanya merusak barang-barang atau membuat situasi rumah terasa lebih semwrawut.

Protektif dan Tidak Kenal Takut

Bicara soal eksplorasi mainan, Anne Dyana, bercerita kedua anaknya, Jonathan Gene Sebastian (7 tahun) dan Aaron Nicholas (3,5 tahun) ini kompak lebih tertarik pada mainan yang identik untuk anak laki-laki. “Tapi khusus untuk adiknya, pengaruh memilih mainan itu memang dari abangnya. Karena buat adiknya, abangnya itu adalah idola hidupnya jadi apa yang abangnya punya dia harus punya, mulai dari sikat gigi sampai mainan,” ujar Anne.

Memiliki dua anak laki-laki memang bisa jadi tantangan tersendiri baginya. “Serulah karena pasti selalu rusuh,” jawab Anne sambil berseloroh.

Tidak hanya dari sisi energi yang berlebih, cara berkomunikasi kepada anak laki-laki pun sangat dipengaruhi oleh sifat khas mereka. Sebenarnya apa saja sih yang jadi sifat khas dari anak laki-laki?

“Mereka sangat protektif. Ini daerah saya, tidak boleh ada orang lain yang menguasai. Ini membuat mereka cenderung keras kepala dan tidak punya rasa takut,” jelas Naomi.

Karena itu, modal pertama yang harus dimiliki orangtua ketika berhadapan dengan anak laki-lakinya adalah menyadari mereka memiliki sifat-sifat khas itu. “Saat kita bicara tentang sifat maka sebenarnya itu adalah bawaan atau genetis, jadi dia terlahir membawa sifat-sifat khasnya.”

Tapi Naomi juga mengingatkan kalau faktor genetis atau biologis itu hanya berkontribusi 50% dalam membentuk karakter seseorang, sisanya dipengaruhi juga dari lingkungan yang termasuk di dalamnya pola pengasuhan.

Pasti Mama langsung punya pertanyaan baru. Kalau begitu bagaimanakah pola asuh yang sebaiknya diterapkan pada anak laki-laki agar sifat khasnya bisa membentuk mereka jadi laki-laki dewasa?

Pola Asuh yang Diterapkan

Anne Dyana membayangkan figur laki-laki dewasa yang diinginkan dari anak laki-lakinya adalah tangguh, kuat, berani ambil keputusan dan bekerja keras. “Karena bagaimana pun juga mereka nantinya adalah pemimpin untuk keluarganya.” Alhasil pola asuh yang diterapkan Anne bersama suaminya pun cenderung lebih tegas dan displin.

Sifat khas anak laki-laki yang dominan dan cenderung keras kepala, menurut Naomi bisa diarahkan menjadi modal dasar mereka ketika nanti menjadi pemimpin. “Kuncinya jelas adalah modeling atau meniru dari orang dewasa yang ada di sekitarnya.”

Perilaku meniru ini biasanya muncul saat anak-anak berumur 4-6 tahun. Psikologi menyebutnya sebagai Fase Falik. Di fase inilah anak-anak belajar identitas kelaminnya. Kita sering mendengar cerita anak yang suka memegang alat kelaminnya atau mengintip temannya di kamar mandi di rentang usia ini. Ini adalah rasa ingin tahu mereka yang sedang mengenali identitas kelaminnya.

Tak jarang juga mereka tertarik untuk meniru gaya berpakaian ibu atau kakak-kakak perempuannya. Apakah ini bagian dari pengenalan identitas? Untuk situasi ini, Naomi menyarankan untuk tidak memberikan pujian atau bahkan tertawa ketika melihat anak laki-laki menirup penampilan ibu atau kakak perempuannya.

Dengan tetap tenang, orangtua bisa meminta anaknya untuk mencoba memakai sepatu papanya. “Ketika dia memakai sepatu papanya, baru kita kasih pujian seperti, ‘Wah ganteng nih anak Mama, sama ya kaya Papa’. Sehingga dia belajar memahami kalau dia adalah laki-laki.”

Itu mengapa peran ayah juga sangat penting untuk terlibat langsung dalam menumbuhkan sifat khas anak laki-laki. Papa berperan menjadi sosok nyata laki-laki dewasa yang memimpin dengan penuh perhatian dan tanggung jawab. Ini menurut Naomi bisa tercipta ketika ayah berhasil membuat anaknya merasa nyaman ketika berada di sekitarnya.

Peran ini pun disadari oleh Anne. Kedua anak laki-lakinya sering meluangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan bersama papanya. “Karena bapaknya lebih memahami sifat khas dari anak laki-laki jadi mereka biasanya lebih dibebaskan untuk manjat-manjatan dan main kotor untuk menyalurkan energi mereka. Sementara kalau mamanya pasti akan lebih banyak kuatirnya ketika melihat anak bermain seperti itu.”

Tak hanya itu, Anne bercerita kalau suaminya terlibat langsung dalam pemilihan pakaian anak-anaknya untuk semakin menegaskan atribut identitas kedua anak laki-lakinya. Sedangkan untuk menumbuhkan nilai karakter sebagai pemimpin, suami menjadi contoh tentang ketegasan. “Jadi ketika anak-anak salah, papanya akan mengingatkan dengan tegas. Harapannya mereka jadi punya konsep yang kuat untuk menjadi laki-laki yang memimpin dengan tegas tapi juga perhatian,” ucap Anne.

Sebagai orangtua, selain menyadari anak laki-laki mereka punya sifat-sifat khasnya, penting juga untuk memberi ruang agar karakter laki-lakinya tersalurkan dengan lebih terarah. Jadi, energi yang berlebihan tidak berubah menjadi kasar dan penuh kekerasan. Misalnya, untuk sifat khas anak laki-laki yang cenderung keras kepala, orangtua tetap memberikan kesempatan untuk mereka beragumentasi tapi tetap diarahkan agar argumentasinya tidak menyerang atau melukai orang lain.

Situasinya pasti akan lebih menantang ketika anak kita semuanya laki-laki, karena sifat khas mereka membuat semuanya ingin menunjukkan egonya masing-masing. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orangtua?

Tip dari Naomi adalah dengan memberikan kedua belah pihak punya kesempatan yang sama untuk “eksis”. “Diberi tahu kalau ketika abangnya berargumentasi, adiknya diam dan mendengarkan, begitu sebaliknya. Ini akan membuat mereka sama-sama punya penyaluran untuk dorongan sifat dasarnya. Jadi suasana rumah bisa sedikit berkurang chaos-nya.”

Mengekspresikan Emosi

Bicara soal menunjukkan ego pasti bertalian dengan emosi. Dan biasanya sisi ini jarang dibahas ketika mengupas sifat khas anak laki-laki. Karena anak laki-laki kebanyakan diperkenalkan dengan menjadi tegas dan kuat, hingga tanpa disadari menegasikan emosi sedihnya. Alhasil tak jarang kita mendengar idiom, anak laki-laki tidak boleh cengeng.

Menurut Naomi, persepsi ini terbentuk karena peran sosial. Karena sebenarnya dari sisi hormonal pun, laki-laki punya emosi, baik rasa marah maupun sedih. Jika Mama ingin anak berkembang dan tumbuh seperti manusia seutuhnya, maka penyaluran emosinya pun harus terpenuhi.

Lalu bagaimana mengajarkan anak laki-laki untuk mengidentifikasikan emosinya?

“Caranya adalah mengintegrasikan emosinya dengan logika,” jawab Naomi. Contoh, karena terlalu bersemangat lari-larian, anak kemudian terjatuh dan menangis. Naomi menyarankan agar membiarkan dia menangis karena ini adalah proses dia belajar mengenali emosinya. Baru setelah itu pancing dia untuk mengidentifikasikan rasa sakitnya.

Ibu bisa mengatakan, misalnya, “Di mana yang sakit? Kita obatin ya.” Komunikasi sederhana ini adalah stimulasi yang akan membuat anak laki-laki kita tak hanya mengidentifikasikan emosinya tapi juga membuat mereka mengenali masalahnya ada di mana dan mencari solusinya apa. Ketika si buyung terbiasa mengidentifikasikan masalah, emosi bisa diekspresikan dengan tidak berlebihan karena terintegrasi dengan logikanya.

Alhasil anak laki-laki kita tak hanya mengeksplorasi lingkungannya sesuai dorongan biologisnya tapi juga menguatkan sifat-sifat khasnya menjadi laki-laki dewasa yang berkarakter, tegas, dan bertanggung jawab. “Karena itu, peran orangtua untuk duduk bersama, bercerita dan berdiskusi dengan anak menjadi sangat penting. Anak laki-laki kita pun akhirnya tumbuh sehat mental dan emosi,” pungkas Naomi.

***

Ajarkan Ikut Bertanggung Jawab

Setiap anak pada dasarnya harus sudah menguasai soft skill tertentu. Menurut Psikolog Klinis Anak Naomi Soetikno, Mpd, Psi, pada usia balita, yang perlu dikuasai anak laki-laki adalah ketrampilan motorik kasar dan halus, keseimbangan, serta bahasa dan kemandirian. Ketrampilan motorik kasar dan keseimbangan yang dimaksud itu seperti mengayuh sepeda, bermain engklek atau melompat mengangkat sebelah kaki, bermain monkey bar.

Keterampilan motorik halus dimulai dari yang besar sampai yang kecil, seperti melipat selimut, memeras kain cucian, ikut mengolah adonan kue atau membuat donat atau menggunting dan melipat. Mama bisa mengajak anak melipat origami dan hasil karyanya menjadi gantungan atau dekorasi di kamar atau rumah.

Kemandirian yang diperlukan untuk anak balita adalah memakai dan melepaskan pakaian, membersihkan diri seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Ini dilakukan untuk anak laki-laki maupun perempuan.

Selain itu, anak lelaki juga perlu diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap keamanan rumah. Misalnya, berikan tanggung jawab anak laki-laki untuk menutup gorden saat telah malam hari dan tingkatkan sampai dengan memperhatikan apakah gembok gerbang sudah terkunci.

“Papa juga perlu memberi contoh dalam hal membantu Mama mengurus rumah. Contoh, Papa ikut menyiram tanaman, menyapu halaman, atau mengganti lampu. Selain dicontohkan oleh Papa dan Mama, kegiatan mengurus rumah tangga juga harus disertai dengan penjelasan dan mafaatnya,” kata Naomi.

Bila selalu melihat contoh dari orangtuanya, anak dengan sendirinya akan melihat bahwa itulah tugas dan tanggung jawab yang melekat pada dirinya. Kelak, anak tak perlu disuruh-suruh lagi untuk melakukan tugas-tugas tersebut karena sudah dapat melakukannya secara mandiri.

Artikel ini dimuat pada Tabloid Nakita No. 942/TH.XIX/19 – 25 April 2017

Kenapa Sih Anak Perempuan Harus Vaksin HPV?

vaksinasi anak

Kanker serviks adalah satu-satunya jenis kanker yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Bahkan penelitian membuktikan kalau vaksin HPV memiliki efektivitas sampai 90 persen untuk menghindarkan kita dari kanker serviks. Plus ada bonusnya juga, karena ternyata ketika kita melakukan vaksinasi HPV juga berarti memproteksi tubuh dari berbagai jenis kanker lainnya yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) seperti kanker vagina, kanker anus, dan kanker mulut.

Pada saat artis Julia Perez atau yang akrab dipanggil Jupe bercerita secara terbuka tentang kanker serviks yang dialaminya, banyak perempuan yang kemudian mulai mencari tahu apa sebenarnya kanker serviks. Meski banyak yang mencari tahu tapi tidak banyak juga perempuan yang merasa wajib untuk melakukan vaksinasi. Apalagi ketika pemerintah kita punya pilot project untuk vaksinasi gratis HPV ke anak-anak sekolah di seluruh DKI Jakarta, justru direspon dengan berbagai berita miring yang menciderai niat pemerintah untuk memproteksi anak-anak perempuan kita dari kanker serviks. Kenapa sih pemerintah sebegitu niatnya memproteksi anak-anak perempuan kita dari serangan virus HPV?

Mari kita bicara data. Kanker serviks adalah kanker kedua terbanyak yang menyebabkan perempuan di Indonesia meninggal. “Melalui skrining diketahui kalau 1 dari 1.000 perempuan terkena kanker serviks dan dari angka insiden 38.000 per tahun, angka kematiannya sangat tinggi yaitu 80 persen. Ini artinya ada 30.400 perempuan meninggal karena kanker serviks setiap tahunnya,” ucap Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K) yang adalah Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) di diskusi Forum Ngobras pada 11 April kemarin.

Data yang didapat dari RSCM saja, sambung Prof. Andri, menunjukkan kalau 70-82,3 persen pasien kanker serviks datang pada stadium lanjut. “Dan rata-rata setelah 2 tahun yang bertahan hidup hanya tinggal 6 persen.”

HPV sendiri memiliki 100 tipe virus tapi ada 19 tipe yang menyebabkan kanker. Prof. Andri menjelaskan, di Indonesia tipe paling banyak adalah 16 (44 persen), 18 (39 persen), dan 52 (14 persen). Ketika tubuh diinfeksi oleh HPV maka perjalanan penyakitnya untuk menjadi kanker serviks bisa mencapai 100 persen, kanker vagina 60-90 persen, kanker vulva 40 persen, kanker mulut dan tenggorokan 12-70 persen, dan kanker penis 45 persen. “Padahal serangan HPV ini bisa dicegah sampai 100 persen, kalau tubuh punya proteksinya,” tegas Prof. Andri.

Bicara soal pencegahan, ada dua lini pencegahan yang bisa dilakukan. Pencegahan primer adalah dengan vaksinasi dan pencegahan sekunder adalah dengan skrining atau deteksi dini menggunakan Inspeksi Asam Visual Asetat (IVA) dan pap smear. “Hanya saja cakupan dari skrining di Indonesia masih sangat rendah yaitu 3,5 persen untuk IVA dan 7,7 persen untuk papsmear. Karena itu kita perlu meloncat ke program vaksinasi demi mencegah infeksi akibat HPV agar tidak menjadi kanker serviks.”

Apa sebenarnya isi dari vaksin HPV? Prof. Andri menjelaskan, vaksin HPV berasal dari cangkang virus jadi bukan virus yang dilemahkan. Ini membuat vaksin HPV tidak mungkin menyebabkan viremia atau infeksi virus. Dari sisi keamanan pun, beberapa penelitian ilmiah menunjukkan tak ada efek samping yang serius ditemukan. “Keluhannya hanya nyeri di lokasi suntikan itu saja.” Bahkan di Amerika Serikat disebutkan sudah tidak menggunakan vaksin HPV kuadrivalen atau yang mengandung 4 serotipe virus, bukan karena vaksinnya berbahaya tapi karena di sana mulai dipakai vaksin HPV baru yaitu yang mengandung 9 serotipe. “Itu mengapa kalau kita tidak bergerak cepat untuk memproteksi anak-anak perempuan kita, takutnya di negara-negara lain sudah tidak ada di Indonesia masih ada.”

Lalu mana yang lebih efektif, IVA, pap smear atau vaksinasi? Prof. Andri kemudian memberikan gambaran. Program skrining dengan IVA memang sudah dikerjakan karena murah dan gampang, tapi tadi kita lihat cakupannya masih sangat rendah yaitu 3,5 persen karena tidak semua perempuan yang sudah aktif melakukan hubungan seksual menyadari pentingnya melakukan skrining. Sedangkan untuk pap smear, diperlukan patolog yang tidak di semua provinsi ada. “Lalu jika dilihat dari beban yang ditimbulkan dari kanker serviks yang begitu tinggi maka perlu strategi untuk melakukan vaksinasi secara nasional. Demi memproteksi anak-anak perempuan kita sejak dini. Dengan 2-3 suntikan, sudah mendapat proteksi hingga 15 tahun!”

Dibandingkan skrining, vaksin jauh lebih efektif. Bila ditemukan lesi pra kanker saat skrining, perlu dilakukan terapi, dan akan ada morbiditas yang terjadi. Bila lesi pra kanker sudah grade 3, rahim harus diangkat, sehingga perempuan tersebut tidak bisa punya anak lagi. Sedangkan dengan vaksin, dengan 2-3 suntikan, sudah mendapat proteksi hingga 15 tahun.

Di Indonesia, pilot project vaksinasi HPV gratis sudah dilakukan oleh Provinsi DKI Jakarta. Vaksinasi diberikan kepada anak-anak ketika umur 10 tahun atau saat kelas 5 SD. Mengapa? Lagi-lagi data menunjukkan salah satu penyebab tingginya insiden kanker serviks di Indonesia adalah karena masih banyaknya pernikahan dini. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, pernikahan pada usia kurang dari 19 tahun mencapai 45 persen! Karena itu menurut Prof. Andri, kalau vaksinasi dilakukan saat lulus SMA, bisa jadi terlambat. “Bila diberikan di usia 10 tahun, maka anak sudah terlindungi sejak dini, sebelum mereka aktif secara seksual!”

Selain itu, penelitian juga menunjukkan vaksinasi di usia muda menunjukkan efikasi yang lebih baik. Di Swedia misalnya, bila vaksinasi dilakukan di usia kurang dari 17 tahun, efikasinya bisa lebih dari 75 persen. Pada usia 9-13 tahun, vaksin cukup diberikan dalam dua dosis (2x suntikan) sedangkan di usia 14-45 tahun diberikan dalam 3 dosis.

Lalu efektifkan kalau vaksin HPV diberikan pada perempuan berusia 45 tahun ke atas? Prof. Andri menjelaskan, pada perempuan berusia 45 tahun ke atas bisa saja melakukan vaksinasi, tapi sebelumnya harus di-skrining dulu dan hasilnya negatif. Tapi efektivitas vaksin akan menurut ketika diberikan pada usia yang lanjut karena rata-rata saja pasien kanker serviks saat ini berusia 30 tahun. “Artinya, vaksinasi di usia lebih muda jauh lebih efektif karena antibodi terbentuk lebih baik.”

Jadi sudahkah penikmat Medja Makan divaksin HPV?

 

 

Cara Fun Bakar Kalori : Melompat Di Atas Trampolin

Medja Makan Nyobain Langsung Lompat Di Atas Trampolin
Medja Makan Nyobain Langsung Lompat Di Atas Trampolin

 

Siapa di sini yang nggak bisa nolak kalau diajakin lompat-lompatan di atas kasur sama keponakan atau anak? Walaupun tahun lompat-lompatan di atas kasur pasti bikin berantakan dan berisiko untuk beli kasur baru, tapi rasanya melompat itu menjadi aktivitas yang direkam oleh kepala sebagai sesuatu yang menyenangkan alias fun. Jadi jangan heran kalau susah banget nolak ajakan untuk lompat-lompatan di atas kasur meski usia sudah masuk kategori dewasa kelas berat.

Tapi tahu nggak sih kalian kalau ternyata lompat-lompatan itu adalah salah satu kegiatan olahraga yang bisa menjaga tubuh kita tetap fit dan ideal. Bonusnya, kita bisa detoksifikasi hanya dengan melompat. Nah orang dewasa kalau mulai ngomongin fit, tubuh ideal dan detoksifikasi baru berasa deh umurnya udah berapa #eh.

Jadi begini ceritanya, 23 November kemarin, Medja Makan diundang oleh Forum Ngobras (Ngobrol Bareng Sahabat) untuk datang ke acara diskusi mereka yang judulnya Trampoline – Olahraga Masa Kini yang Menyenangkan, Banyak Manfaatnya dan Berkualitas. Pas baca undangannya, persepsi Medja Makan langsung, ini pasti ngebahas bagaimana trampoline yang lagi kekiniaan di antara anak-anak itu akan dikupas dari sisi manfaat olahraga. Eh berarti trampoline itu benaran masuk olahraga kan ya?

Dan setelah sampai di Scientia Square Park, Serpong, Ngobras sudah mendatangkan tiga pembicara sekaligus. Pertama ada dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Grace Tumbelaka, SpKO, Head of Coach and Trainer Jumped Trampoline Fit Club Chris Nata Kusuma dan CEO Manna Group Faiby J. Kartadinata.

Diskusinya menarik karena ternyata melompat di atas trampoline itu punya banyak manfaat. Bahkan pada penelitian yang dilakukan NASA terungkap kalau melompat di atas trampolin membakar kalori jauh lebih banyak ketimbang lari! Tak cuman itu, para astronot NASA sebelum meluncur ke angkasa mereka akan dilatih fisiknya salah satunya dengan melompat di atas trampolin. Karena ternyata melompat di atas trampolin masuk dalam pilihan olahraga yang dapat menguatkan musculoskeletal alias otot dan tulang. Ini penting buat para astronot karena ketika di luar angkasa, tak adanya gravitasi membuat mereka lebih cepat mengalami degenerasi otot dan deminiralisasi tulang jadi untuk menguatkannya mereka latihan lompat di atas trampolin dulu.

Oke Medja Makan semakin penasaran apa yang membuat melompat di atas trampolin ini bisa jadi salah satu pilihan olahraga? “Olahraga trampolin dengan gerakan melambung atau rebounding sederhana sudah memberikan efek kardio yang low impact. Artinya memberikan stres yang kecil terhadap persendian lutut sehingga mengurangi risiko cidera,” jawab dr. Grace.

Tapi namanya olahraga nggak bisa hanya lompat-lompat saja, harus berdampak langsung pada kebugaran. Karena menurut dokter Grace, olahraga yang baik itu dapat meningkatkan fungsi seluruh sel dalam tubuh yang kemudian mengoptimalkan aspek fungsi organ tubuh. “Misalnya, meningkatkan sirkulasi darah maupun limfatik, menyusutkan lemak adipose di rongga perut, meningkatkan kardiorespirasi, memperbaiki profil lipid, meningkatkan sensitifitas insulin dan sebagainya.”

Grace menyebutkan, secara umum olahraga trampolin bermanfaat untuk :

  1. Memperbaki sirkulasi baik sirkulasi pembuluh darah maupun jaringan limfatik sehingga dapat berdampak pada peningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan inflamasi dan detofikasi. Detoksidikasi adalah sistem pengeluaran racun dari tubuh. Organ yang berperan adalah hati, ginjal, kulit, dan kandung empedu. Dalam proses perjalanan proses detoksifikasi ini dibutuhkan sirkulasi pembluh darah maupun sistem limfatik yang baik.
  2. Sebagai antiaging
  3. Menurunan depresi dan meningkatkan fungsi kognitif
  4. Saat ini bahkan digunakan sebagai rehabilitasi cedera

Bahkan Grace menekankan kalau olahraga itu harus fun karena salah satu fungsinya adalah sebagai psychoactive drugs. “Olahraga harusnya meningkatkan hormon beta endorphin yang adalah hormon rasa bahagia dan meredam hormon-hormon pemicu stres.” Dan semua manfaat baik ini, Grace menambahkan, akan terasa kalau kita bisa menjalani latihan fisik secara teratur. Grace yang merupakan Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga ini menganjurkan idealnya latihan kardio atau aerobik dilakukan 150 menit per minggu.

dr. Grace Tumbelaka, SpKO., ikutan nyobain lompat-lompatan di atas trampolin
dr. Grace Tumbelaka, SpKO., ikutan nyobain lompat-lompatan di atas trampolin

Bicara soal pilihan olahraga kardio yang fun, Chris Nata Kusuma menjelaskan kalau melompat di atas trampolin yang dimiliki Jumped Trampoline Fit Club merupakan program olahraga. Jadi kita tidak sekadar lompat-lompatan, melainkan akan ada serangkaian gerakan yang dibuat untuk meningkatkan kebugaran tubuh.  Jumped Trampoline Fit Club juga sangat menekankan pada standar keamanan. Jadi trampolin yang digunakan berukuran standar internasional yaitu 2,35×2,35 meter dan digunakan 1 kotak hanya untuk 1 orang untuk meminimalisir cedera. Peserta akan menggunakan kaos kaki khusus yang juga bertujuan untuk menjaga keaman serta kenyamanan ketika berolahraga di atas trampolin.

“Ada program latihan khusus orang dewasa yang gerakannya mencakup streght, cardio, core, balance, and flexibility,” jelas Chris yang sudah menjadi pelatih olahraga selama kurang lebih 10 tahun ini. Untuk satu program latihan akan berlangsung selama 45 menit dan sudah termasuk pemanasan.

Adakah batasan berat badan maksimal untuk melompat di atas trampoline? Chris menyebutkan di Jumped Trampoline Fit Club batas maksimalnya ada 120 kg. “Sebenarnya trampolinenya bisa menyangga lebih dari berat itu, tapi dari sisi kesehatan orang dengan berat badan di atas 120 kg sangatlah tidak disarankan untuk melompat-lompat.” Dari sisi kesehatan olahraga Grace mengingatkan sebagiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan jantung, otot dan tulang sebelum menjalani program latihan agar manfaat melompat di atas trampolin bisa benar-benar dirasakan.

Bagaimana dengan batasan dari sisi usia? Chris menyarankan mulai dari usia 16 tahun bisa mengikuti olahraga ini. Tapi untuk usia lanjut, sebaiknya dilakukan pemeriksaan kesehatan dulu sebelum menjalani programnya. Chris menyebutkan saat menjalani program latihan, peserta akan didampingi oleh pelatih profesional. Para pelatih mendapat pelatihan khusus dari Greg Roe dari Kanada yang merupakan pakar gimnastik dan aerobik internasional.

Jadi Jumped Trampoline Fit Club ini sudah dibuka apa belum sih? “Baru mulai dibuka untuk umum pada pertengahan Januari 2017 nanti di Scientia Park, Serpong,” jawab Faiby J. Kartadinata. Serunya lagi Jumped Trampoline Fit Club ini akan berada di luar ruangan jadi olahraga lompat-lompatnya sambil menikmati udara luar. “Jumped Trampoline Fit Club adalah trampolin outdoor pertama di Asia!” ucap Faiby antusias.

Siap-siap ya, pertengahan Januari nanti kita para orang dewasa nggak perlu malu-malu lagi untuk ikutan lompat-lompatan di atas trampolin. Ada bonus sehatnya lagi pas pulang dari latihan di Jumped Trampoline Fit Club.

 

Trik Hadapi Gigi Sensitif Pasca Bleaching

gigi-putih_file-kecilSenyum putih menjadi incaran semua orang, karena geligi yang putih ternyata bisa meningkatkan kadar kebahagiaan seseorang. Ini disimpulkan dari penelitian yang dilakukan University of Manchester’s School of Dentisty. Apa kaitannya gigi putih dengan kebahagiaan?

Jadi dalam penelitiannya, University of Manchester’s School of Dentistry mengeksplorasi efek pemutihan gigi pada sisi emosional seseorang. Sebelum pemutihan gigi dilakukan, responden mengisi kuisioner untuk mengukur rentang kebahagiaan mereka saat itu. Dan 241 dari 343 responden merasa sedang tidak bahagia. Tapi setelah dilakukan pemutihan gigi, mereka semakin dipenuhi energi positif karena rasa percaya diri yang ikut meningkat. Buktinya 342 dari 343 merasa sangat bahagia setelah melakukan perawatan pemutihan gigi.

Apa kaitannya gigi yang putih dengan rasa bahagia? Ternyata secara persepsi penampilan, gigi putih tak hanya bicara soal kebersihan gigi tapi juga membuat aura wajah kita semakin ceria karena senyum yang putih bersih. Universitas Colombia di Amerika Serikat kemudian menyebutkan senyum dapat merangsang pengeluaran hormon endorfin dan serotonin. Ini adalah dua hormon penting untuk membuat hari kita selalu merasa bahagia!

Itu mengapa belakangan semakin banyak orang melakukan pemutihan gigi. Tapi sebenarnya bagaimana sih pemutihan gigi dari sisi kesehatan? Drg. Melissa Adiatman, PhD., dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia menjelaskan pemutihan gigi atau bleaching akan menggunakan bahan kimia yang konsentrasinya tinggi. “Biasanya dokter gigi akan menggunakan hidrogen peroksida 15-38 persen. Konsentrasi bahan kimia yang tinggi ini bisa menyebabkan gigi jadi sensitif setelah bleaching.”

Keluhan gigi sensitif pasca bleaching dialami oleh salah satu model Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 Miyola. “Kalau habis makan yang asam dan dingin, gigi langsung terasa ngilu,” cerita Miyola pada acara talkshow yang diadakan Systema. Mendengar curhatan Miyola, Melissa pun menekankan pentingnya perawatan gigi pasca bleaching. 

“Triknya, beberapa hari sebelum bleaching pakai pasta gigi pemutih. Lalu selama tiga bulan setelah bleaching juga menggunakan pasta gigi pemutih. Mengapa? Karena pasta gigi pemutih mengandung zat yang membuat permukaan gigi sedikit lebih kasar.” Trik ini bisa memperkecil kerusakan mineralisasi dan enamel gigi dari penggunaan bahan kimia konsentrat tinggi pada obat bleaching. 

MedjaMakan kemudian penasaran, memang apa bedanya pasta gigi pemutih dengan obat bleaching? Melissa menjelaskan pasta gigi yang mengandung pemutih hidrogen peroksidanya tidak tinggi sehingga proses perubahan warna giginya pun berjalan perlahan. Dan ini artinya efek samping dari gigi sensitif pun jauh lebih kecil ketimbang bleaching.  Bleaching itu biasanya dilakukan untuk estitika jadi pemutihannya pun dilakukan secara signifikan.”

Lalu siapa saja yang boleh melakukan bleaching ? “Siapa saja boleh,” jawab Mellisa sambil menyebutkan kondisi gigi yang sehat dan tidak berlubang juga jadi perhatian dokter gigi sebelum melakukan bleaching. “Biasanya kalau giginya ada tambalan, dokter akan memeriksa terlebih dahulu agar warna permukaan giginya tidak berbeda.”

Kalau begitu contoh pasta gigi pemutih yang dapat digunakan apa dong? Systema Sensitive Whitening dan Systema Pro Sensitive. International Marketing Division of Lion Corporation Takuya Fuji dan Senior Brand Manager Systema Monica Raharja menjelaskan, Systema Pro Sensitive untuk masalah gigi sensitif pada umumnya sedangkan Systema Sensitive Whitening dapat mengurangi noda pada gigi sensitif agar cerah dan putihnya gigi dapat terjaga.

“Systema Pro Sensitive sendiri memiliki tiga perlindungan untuk meredakan rasa ngilu seketika, memberikan perlindungan yang tahan lama dan mencegahnya datang kembali dengan perawatan menyeluruh, bukan hanya gigi tapi juga gusi,” pungkas Takuya.

 

Menu Sukses Berbisnis Kuliner

101 Strategi Sukses Berbisnis Kuliner oleh Qalbinur Nawawi
101 Strategi Sukses Berbisnis Kuliner oleh Qalbinur Nawawi

Sewaktu melihat buku 101 Strategi Sukses Berbisnis Kuliner, Medja Makan langsung tergiur untuk membacanya. Kenapa? Desain sampul bukunya itu loh eye catching banget.

Sampul yang menarik kemudian mendatangkan rasa penasaran. Ibarat rainbow puding in jar, tampilan yang menggiurkan membuat kita ngga sabaran mau tahu apa aja rasa yang ditawarkan dari setiap lapisan warnanya. Alhasil Medja Makan pun mengunyah buku yang ditulis apik oleh Qalbinur Nawawi secara perlahan-lahan, untuk menikmati setiap lapisan strategi sukses bisnis kuliner yang ditawarkan.

Ternyata Qalbinur cukup cerdas menyajikan tulisannya. Bahasanya sangat sederhana dan gaya tulisannya membuat kita seperti mendengarkan si penulisnya dengan murah hati membagikan hasil pengamatannya menemukan kreativitas dari berbagai pengusaha kuliner. Iya bisnis kuliner sekarang masuk dalam bisnis kreatif. Jadi perlu keunikan dan inovasi dalam mengemas makanan menjadi bisnis kuliner.

Qalbinur memandu pembacanya dengan sangat sistematis. Mulai dari meramu personal vision, mengemas produk, branding, marketing, sampai memberikan seasoning berupa menjalani interaksi dengan pembeli potensial di media sosial  dan menciptakan fanbase serta personal branding juga dikupas menarik oleh Qalbinur. Ternyata semua strategi sukses itu didapat Qalbinur dari pengalamannya sebagai wartawan gaya hidup yang suka meliput tentang tempat-tempat makan dan kebetulan pecinta makanan juga. Enak bener kerjaannya ya.

Sepertinya modal meliput dan suka makan itu membuat Qalbinur bisa punya keunikan sendiri dalam membuat buku tentang bisnis kuliner. Ia jadi mengerti bagaimana menemukan kekuatan dari satu brand dan mengeksplorasinya menjadi panduan praktis untuk mereka yang baru mau memulai bisnis kuliner.

Bahkan di beberapa bab, Qalbinur membuat semacam Idea Box dengan serangkaian pertanyaan yang membantu pembaca untuk merumuskan personal vision dan concept store. Jadi pembaca yang kepengen jadi pengusaha kreatif dibidang kuliner bisa mengartikulasikan ambisinya dalam konsep yang lebih jelas dan bertahan lama.

Dan ngomong-ngomong bisnis yang bisa bertahan lama, media sosial jadi satu “lahan” baru yang harus dikuasai pelaku usaha. Karena itu penulis memodali pembacanya dengan strategi marketing online, mulai dari main hastag, kontes foto, unggah video, mengundang food blogger, sampai email marketing melalui newsletter. Aplikatif banget kan untuk situasi sekarang yang serba kekinian.

Tapi apa buku ini cuman buat mereka yang mau bisnis kuliner? Menurut Medja Makan sih ngga ya. Karena Medja Makan sendiri setelah baca buku ini, kalau pergi ke tempat kongkow atau kuliner baru langsung “sok-sok” menganalisa apa yang bisa dilakukan untuk membuatnya jadi lebih kekinian hihihi. Iya buku ini segitu jelinya melatih kita melihat peluang.

Semakin penasaran kan sama buku yang diterbitin Metagraf ini. Udah langsung cari aja di toko buku ya dan selamat menjadi pengusaha kuliner  🙂